Share

Ekonomi Minus 27,8%, Resesi Jepang Makin Parah

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 17 Agustus 2020 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 17 20 2263297 ekonomi-minus-27-8-resesi-jepang-makin-parah-4KoP4mQA5Q.jpg Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ekonomi Jepang mengalami kontraksi yang sangat besar pada kuartal II-2020 yang membuat resesi semakin dalam. Hal ini dikarenakan pandemi virus corona yang menghancurkan bisnis dan daya beli.

Ekonomi Jepang menyusut 7,8% pada kuartal II 2020 (Quartal to Quartal/QtQ). Sedangkan secara tahunan, ekonomi Jepang minus 27,8% (year on year/yoy).

Baca Juga: Waspada! Ekonomi Indonesia 2021 Bisa Minus Lagi jika... 

Minusnya ekonomi Jepang ini sekaligus menjadi yang terbesar sejak 1980. Hal ini membuat pemerintah Jepang berada dalam tekanan untuk mengambil tindakan yang lebih berani guna mencegah ekonomi terkoreksi lebih dalam lagi. Demikian seperti dilansir CNBC, Senin (17/8/2020),

Minusnya ekonomi Jepang ini diakibatkan oleh lemahnya ekspor dan konsumsi akibat lockdown. Meskipun pemerintah Jepang sudah membuka kembali pada Mei, namun nyatanya membuat masyarakat menahan belanjanya karena kenaikan kasus baru.

Baca Juga: Jokowi: Ibarat Komputer, Perekonomian Semua Negara Sedang Hang

Ekonomi 

Konsumsi swasta, yang menyumbang lebih dari setengah ekonomi Jepang, turun 8,2% untuk kuartal tersebut, lebih besar dari perkiraan analis penurunan 7,1%. Belanja modal turun 1,5% pada kuartal kedua, kurang dari perkiraan pasar median untuk penurunan 4,2%.

Jepang sendiri telah mengerahkan stimulus fiskal dan moneter besar-besaran untuk meredam pukulan dari pandemi, yang melanda ekonomi yang sudah terhuyung-huyung dari kenaikan pajak penjualan tahun lalu dan perang perdagangan AS-China.

Sementara ekonomi telah dibuka kembali setelah pemerintah mencabut langkah-langkah darurat pada akhir Mei. Namun, naiknya lagi jumlah kasus infeksi covid-19 yang mengkhawatirkan mengaburkan prospek bisnis dan pengeluaran rumah tangga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini