JAKARTA - Pemerintah dengan cepat merespons pertumbuhan ekonomi yang minus di kuartal II-2020 dengan meluncurkan program stimulus baru guna mendongkrak ekonomi dan mempercepat pemulihan. Salah satu yang akan diberikan kepada masyarakat adalah program pinjaman tanpa bunga.
Pinjaman tersebut akan diberikan kepada para ibu rumah tangga. Melalui hal tersebut diharapkan dapat menstimulus agar perekonomian terangkat.
Okezone pun merangkum fakta-fakta terkait pinjaman tanpa bungan untuk ibu rumah tangga, Senin (17/8/2020):
1. Tanpa Bunga
Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan, pinjaman tanpa bunga untuk rumah tangga ini sedang disiapkan seperti bantuan untuk 13 juta pegawai bergaji di bawah Rp5 juta per bulan. Namun, untuk detailnya masih digodong di lingkungan Kementerian Keuangan.
"Akan ada skema pinjaman untuk rumah tangga tanpa bunga sehingga bisa diakses, itu yang sedang disiapkan," jelasnya.
2. Selain Ibu, Pinjaman Diberikan kepada Korban PHK
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah merampungkan skema pinjaman 0% kepada ibu rumah tangga dan para korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Nantinya, mereka akan digabungkan ke dalam program kredit usaha rakyat (KUR) yang khusus menangani program stimulus UMKM.
3. Masih Dimatangkan
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pinjaman tanpa bunga untuk rumah tangga masih menunggu desain atau skemanya dari pihak Satgas Penanganan COVID-19 dan PEN, serta dari para perbankan.
"Untuk pinjaman tanpa bunga ini, kita masih menunggu dari satgas dan kelompok pelaksananya yaitu melalui perbankan untuk bagaimana desainnya. Untuk sampai hari ini saya belum bisa memberikan tambahan kecuali bahwa target grupnya didefisinisikan siapa mereka (punya nama, rumah tangga itu punya usaha, punya namanya, punya alamatnya dan mungkin juga mulai masuk ke perbankan)," kata Sri Mulyani.
4. Kata Satgas PEN
Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Raden Pardede menyatakan belum bisa menjelaskan secara detail ihwal jumlah pasti yang menerima bantuan tersebut. Dia mengungkap, pemerintah akan memberikan bantuan itu berbarengan dengan penerima stimulus terhadap 12 juta pelaku UMKM.
“Terhadap UMKM ini jelas yang paling dasar bantuan produktif dan bantuan tunai secara masif untuk 12 juta UMKM. Kedua, akses terhadap keuangan. Jadi direncanakan sekarang ini dicoba untuk diperluas KUR. Pinjaman ini diberikan kepada ibu-ibu rumah tangga atau korban PHK. Akan diberikan subsidi bungan nol persen sampai dengan akhir tahun,” imbuhnya.
5. Tantangan Penyaluran Pinjaman Tanpa Bunga
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Kementerian Keuangan terus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan para perbankan salah satunya dengan Bank BRI yang memiliki program bantuan untuk UMKM, serta BPD, dan perbankan lainnya.
"Ini akan menjadi tantangan paling besar dari program ini. nanti kita akan bekerjasama terutama untuk bank-bank yang sudah terbiasa menghadapi masyarakat dalam skala kecil yaitu UMKM seperti BRI, dan mungkin dari BPD atau bank lainnya," tandasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.