Tabunganku Masa Depanku

Agustina Wulandari , Jurnalis · Rabu 19 Agustus 2020 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 11 2264479 tabunganku-masa-depanku-wTQyrF7ku3.jpg Foto : Dok.Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Setiap tanggal 20 Agustus kita akan selalu memperingati tanggal tersebut sebagai Hari Indonesia Menabung (HIM), sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019. Tanggal 20 Agustus tersebut dipilih sebagai HIM sebagai kelanjutan dari upaya pemerintah yang untuk pertama kalinya melakukan kampanye nasional gerakan menabung pada tanggal 20 Agustus 1971 melalui program Tabanas (Tabungan Pembangunan Nasional) dan Taska (Tabungan Asuransi Berjangka).

Namun sayang sekali dalam perjalanannya program Tabanas dan Taska yang digagas pemerintah tersebut mengalami penurunan dari sisi jumlah penabungnya dan pada akhirnya mati sama sekali. Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), bersama-sama dengan kementerian dan lembaga lainnya merasa perlu untuk menggaungkan kembali mengenai pentingnya kampanye nasional menabung tersebut.

Ada beberapa alasan mengapa kampanye menabung perlu digalakkan kembali secara nasional. Pertama, rasio menabung terhadap PDB (gross savings ratio to GDP) kita pada tahun 2019 masih di angka 31%. Angka tersebut masih rendah bila dibandingkan dengan negara Thailand sebesar 35%, Singapore sebesar 43% dan China yang sudah mencapai angka 45%. Semakin besar rasio menabung terhadap PDB tersebut menunjukkan semakin banyak dana tersedia yang bisa dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan maupun investasi.

Kedua, berdasarkan hasil survei inklusi keuangan yang dilakukan OJK (2019), terlihat bahwa jumlah masyarakat Indonesia yang memiliki rekening tabungan baru mencapai 68,22%. Artinya dari setiap 100 penduduk, baru 68 orang saja yang telah memiliki rekening tabungan. Oleh karena itu, potensi untuk menggenjot jumlah penabung masih terbuka lebar, namun harus dilakukan melalui program kampanye nasional menabung dengan strategi yang sistematis dan terarah.

Menabung sebagai kebiasaan hidup

Menabung bukan hanya memberikan manfaat yang besar dari sisi perekonomian nasional, namun juga memberikan filosofi kehidupan yang lebih baik bagi setiap individu. Untuk itu, budaya menabung harus dibentuk melalui kampanye menabung yang dilakukan secara terus menerus dan melibatkan banyak pihak. Dalam prakteknya, sering muncul persepsi yang salah di masyarakat bahwa menabung itu baru bisa dilakukan apabila kita memiliki uang yang cukup.

Anggapan ini tidak sepenuhnya benar, karena perilaku menabung bukan terkait dengan memiliki uang yang banyak atau sedikit, melainkan soal kemauan dan niatan untuk menyisihkan sebagian dari uangnya guna memperoleh jaminan hari depan yang lebih baik.

Dengan demikian, menabung itu sebetulnya sudah menjadi kebutuhan dasar bagi semua orang, mengingat tidak mudah bagi setiap orang untuk meraih hari depan yang lebih baik tanpa diikuti dengan kemauan untuk menabung. Oleh karena itu kampanye HIM harus mampu mengedukasi dan juga sekaligus meyakinkan masyarakat bahwa menabung itu menjadi salah satu persyaratan untuk memasuki pintu gerbang masa depan yang lebih baik di kemudian hari.

Oleh karena itu, kampanye HIM perlu difokuskan pada anak-anak khususnya untuk pelajar dan mahasiswa, mengingat pembentukan mental dan budaya menabung akan lebih mudah dilakukan di usia dini. Kampanye dengan slogan “one student one account” merupakan strategi di tahap awal yang baik untuk dilakukan, dan nantinya perlu diikuti dengan strategi kedua yang lebih besar yaitu “one man one account”, sehingga setiap penduduk di Indonesia telah memiliki minimal satu rekening tabungan

Manfaat menabung

Menabung bukan hanya menjadi kebiasaan yang baik, melainkan juga memberikan manfaat yang luar biasa besar bagi seseorang. Pertama, memberikan rasa aman bagi seseorang dalam menjalani kehidupannya karena dia merasa ada perisai dan payung yang melindunginya di saat ada kebutuhan yang tiba-tiba muncul tanpa direncanakan.

Kedua, memberikan rasa percaya diri yang lebih kuat dalam menghadapi segala persoalan keuangan yang timbul. Rasa percaya diri yang kuat tersebut akan memberikan aura yang positif dalam membuat keputusan keuangan yang tepat.

Ketiga, memberikan jaminan kepastian atas suatu rencana atau keinginan di kemudian hari yang memerlukan pembiayaan, seperti misalnya untuk membiayai sekolah, menunaikan ibadah haji, membeli rumah, menikah, berlibur dan lain-lain.

Keempat, menabung melatih seseorang untuk terbiasa membuat perencanaan keuangan dengan lebih baik, sehingga uang yang dimilikinya dapat dikelola dengan baik dan bijaksana. Tanpa adanya perencanaan keuangan yang baik, berapapun uang yang dimiliki oleh seseorang tetap dianggap tidak akan mencukupi, bahkan tidak tersisa sepersenpun untuk ditabung.

Kelima, menabung memberikan filosofi hidup hemat sehingga menabung tidak harus dimulai dengan jumlah uang yang besar, justeru hidup hemat tersebut bisa dimulai sejak dari kecil dengan menyisihkan sebagian dari uang jajan untuk ditabung. Keenam, kebiasaan menabung yang dilakukan secara terus menerus akan membuat seseorang menjadi mandiri finansial, sehingga tidak perlu membebani orang tua ataupun orang lain.

Instrumen untuk menabung

Menabung bisa dilakukan dalam berbagai wujud, baik itu menabung dalam bentuk uang maupun barang. Menabung di bank bisa dilakukan dalam bentuk tabungan sebagai simpanan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, dan deposito yang dapat dipakai sebagai media menyimpan uang untuk jangka menengah maupun jangka panjang.

Menabung di bank merupakan cara yang paling mudah dan sederhana khususnya bagi pemula yang mulai belajar menabung. Saat ini terdapat beberapa jenis tabungan generik dengan persyaratan sederhana dan setoran awal mulai dari Rp10.000 yang ditawarkan secara bersama-sama oleh beberapa bank.

TabunganKu, SimPel (Simpanan Pelajar) dan SiMuda (Simpanan Mahasiswa dan Pemuda), merupakan jenis tabungan generik yang bersifat nasional seperti halnya Tabanas dan Taska jaman dulu. Tabungan tersebut dipasarkan secara bersama-sama oleh bank-bank nasional, sehingga mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat di hampir semua kantor-kantor bank di seluruh Indonesia.

Nabung saham merupakan salah satu jenis tabungan jangka panjang dimana kita bisa membeli saham di bursa efek ataupun dalam bentuk portofolio reksadana saham, dengan harapan harga maupun nilainya akan terus berlipat ganda dalam jangka panjang. Nabung hari tua juga termasuk instrumen tabungan jangka panjang dalam bentuk program dana pensiun untuk menjamin tersedianya dana yang cukup secara reguler di saat kita sudah tidak bekerja lagi.

Selain dalam bentuk instrumen keuangan, menabung juga bisa diwujudkan dalam bentuk instrumen yang lain. Nabung emas yang ditawarkan oleh Pegadaian maupun perbankan syariah dalam bentuk logam mulia juga sangat diminati oleh masyarakat, mengingat harganya terus meningkat sepanjang waktu dan masyarakat bisa membelinya dengan cara mengangsur.

Nabung rumah saat ini juga bisa dilakukan melalui Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat) yang dikelola oleh suatu lembaga pemerintah yaitu BP Tapera, sehingga dari sejak usia muda seorang pegawai sudah mulai menabung secara rutin untuk mendapatkan rumah melalui skema tabungan tersebut. Tabunganku masa depanku.

AYO MENABUNG & TELITI SEBELUM MEMBELI.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini