Share

Dolar Anjlok Imbas Intervensi Bank Sentral AS

Natasha Oktalia, Jurnalis · Rabu 19 Agustus 2020 08:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 20 2264244 dolar-anjlok-imbas-intervensi-bank-sentral-as-9cBFOcZCub.jpg Dolar (Shutterstock)

NEW YORK - Mata uang Amerika Serikat, dolar ditutup anjlok ke level terendahnya lebih dari 2 tahun pada perdagangan Selasa (18/8/2020) waktu setempat. Hal ini dikarenakan efek berkelanjutan dari program stimulus Federal Reserve melemahkan dolar secara luas untuk lima hari berturut-turut.

Melansir CNBC, Jakarta, Rabu (19/8/2020), dolar terhadap sekeranjang mata uang ditutup turun 0,55% ke 92,308, setelah sebelumnya mencapai titik terendah 92,124 sejak Mei 2018. Terhadap euro, dolar juga mencapai level terendah sejak Mei 2018 di USD1,197.

 Baca juga: Dolar Babak Belur Imbas Investor Khawatir dengan Suramnya Ekonomi AS

Meskipun dolar sering berfungsi sebagai investasi tempat berlindung di saat-saat krisis, namun telah jatuh sejak intervensi Federal Reserve ke pasar keuangan untuk menjaga likuiditas di tengah pandemi virus corona. Program The Fed telah mendorong aset berisiko ke level tertinggi sepanjang masa dan mengurangi permintaan safe-havens, bahkan ketika data ekonomi telah melukiskan gambaran suram dari pemulihan AS.

Dolar juga melemah terhadap yen Jepang, safe-haven tradisional lainnya, setelah mencapai level terendah dua minggu di 105,27 yen per dolar.

 Baca juga: Dolar AS Terjatuh, Investor Lirik Mata Uang Lain yang Menarik

“Ini Fed, semua likuiditas dipompa ke pasar,” kata Greg Anderson, kepala strategi valuta asing global di BMO Capital Markets, tentang penurunan dolar.

Anderson mencatat bahwa pelemahan dolar pada hari Selasa bukanlah hasil dari rilis data tertentu, tetapi tentang pergerakan yang lebih rendah yang telah mendapatkan momentum.

"Begitu momentum dolar AS mengakar, itu seperti mencoba memutar kapal induk, itu sulit dilakukan. Dan saya pikir momentumnya sudah mengakar, ”katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini