Valuasi SpaceX Rp676 Triliun, Masih di Bawah TikTok

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 21 Agustus 2020 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 21 320 2265285 valuasi-spacex-rp676-triliun-masih-di-bawah-tiktok-5mRgkCg7vM.jpg Valuasi SpaceX (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - SpaceX berhasil mengumpulkan dana sebesar USD1,9 miliar atau Rp27,93 triliun (mengacu kurs Rp14.700 per USD) di Agustus ini. Dengan tambahan dana tersebut, maka valuasi perusahaan milik Elon Musk ini menembus USD46 miliar atau Rp676,2 triliun.

Salah satu kesuksesan dari penggalangan dana ini adalah menyusul rencana perusahaan untuk membangun konstelasi satelit Starlink untuk bisnis internet broadband pada akhir tahun 2020 nanti. Sebelumnya, perusahaan yang dipimpin Elon Musk baru-baru ini menjadi bisnis pertama dalam sejarah yang mengirim astronot ke orbit Bumi.

Baca Juga: Gunakan Roket Falcon 9, SpaceX Luncurkan 58 Satelit Starlink 

Dengan valuasi nilai perusahaan yang mencapai Rp676 triliun itu, membuat SpaceX sekarang menempati urutan ketiga dalam daftar unicorn yang merupakan startup swasta dengan valuasi mencapai USD1 miliar. Dua startup yang nilainya lebih tinggi dari SpaceX hanyalah dua raksasa teknologi China yakni perusahaan rideshare Didi Chuxing dan perusahaan induk TikTok, ByteDance. Demikian seperti dilansir CNN, Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Beberapa analis dan investor Wall Street berpendapat valuasi SpaceX tersebut masih belum sepenuhnya terukur. Karena SpaceX tidak melampirkan data keuangannya untuk publik.

 Rupiah Menguat 40 Poin dari Dolar AS di Tengah Ancaman Korona

Analis Morgan Stanley misalnya, menulis dalam sebuah laporan bulan lalu bahwa SpaceX dapat bernilai hingga USD200 miliar atau sekitar Rp2.943 triliun jika proyek Starlink sukses. Sementara, prediksi valuasi terendah dari SpaceX menurut Morgan Stanley adalah sekitar USD50 miliar atau sekitar Rp735 triliun.

Sebab ada beberapa proyek menarik lainnya yang seharusnya nilai valuasinya bisa lebih besar. Seperti mengantarkan astronot dan kargo untuk NASA dengan roketnya, membangun prototipe besar untuk calon roket Mars, dan meluncurkan satelit untuk militer AS.

Berbagai proyek itu menjadi daya tarik bagi investor, dan banyak yang berebut untuk memiliki sebagian saham di perusahaan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini