Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bagaimana Cara Mengelola Keuangan di Tengah Ancaman Resesi?

Giri Hartomo , Jurnalis-Sabtu, 22 Agustus 2020 |13:55 WIB
Bagaimana Cara Mengelola Keuangan di Tengah Ancaman Resesi?
Krisis Ekonomi (Ilustrasi: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTAEkonomi Indonesia di ambang resesi setelah pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun ini minus 5,3%. Meski Indonesia belum masuk jurang resesi, negara kawasan ASEAN seperti Filipina dan Singapura sudah dinyatakan resesi.

Dalam menghadapi kemungkinan resesi, istilah Cash is king menjadi topik yang sangat penting. Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, pada saat situasi krisis seperti saat ini memang uang cash menjadi hal yang sangat penting. Namun, bukan berarti semua kebutuhan bisa dipenuhi oleh uang cash.

Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini, jika hanya mengandalkan uang cash yang dalam hal ini berupa dana darurat, tidak akan cukup untuk mengcover semua kebutuhan. Mengingat kebutuhan di saat pandemi ini sangat besar.

Baca juga: Eksistensi Logo Ayam di Dunia Bisnis, dari Restoran hingga Jamu

"Benar cash is king dalam kondisi seperti ini. Tapi kan tidak semuanya kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan yang namanya emergency itu tidak bisa ditebak berapanya karena itu jika tidak bisa kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan akan cash itu akan sangat besar," jelasnya.

Selain dana darurat, dirinya juga menyarankan untuk menyiapkan dana dalam investasi, lalu menggunakan asuransi seminimalnya untuk mengcover kebutuhan kesehatan.

"Yang harus kita sediakan tadi ya dana darurat tadi gabungan dengan investasi kita. Kalau mengandalkan itu akan sangat besar. Oleh karena itu disiasati dengan adanya asuransi," kata Mike.

Baca juga: Piknik saat Long Weekend? Anggarannya 10% dari Pendapatan Saja

Menurut Mike, nantinya likuiditas ini lah yang akan digunakan untuk menghadapi situasi tersulit seperti resesi ekonomi karena pandemi. Sehingga pada saat situasi seburuk apapun sudah bisa tercover seluruhnya.

Sementara itu, Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan pengeluaran juga harus bisa dipilah-pilah. Ada baiknya pengeluaran yang sifatnya tidak terlalu penting atau yang sifatnya untuk memenuhi kebutuhan lifestyle ada baiknya untuk ditunda.

"Misalnya oh ingin jajan Boba kopi hal hal seperti itu yang saran saya kurangi lagi. Karena kita mau alokasikan dana tersebut kita alokasikan untuk dana darurat," kata Andi.

"Kalau mau investasi boleh tapi taruhlah di instrumen investasi yang cenderung rendah risikonya. Misalnya di deposito lah logam mulia misalnya gitu dibandingkan misalnya di pasar saham kecuali dia trader," jelas Perencana Keuangan Andi Nugroho.

Andi Nugroho mengatakan, alasan mengapa uang cash menjadi sangat penting adalah agar bisa menjadi modal ketika situasi sulit menerpa. Misalnya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada perusahaan tempat bekerja.

Atau bagi mereka yang menjalankan bisnis juga bisa saja terkena dampak. Misalnya bisnis yang dijalankan bangkrut karena penjualan tidak seimbang dengan pemasukan.

"Bisa dibilang seperti itu. Karena kan istilahnya kalau terjadi resesi kemungkinan bisa terjadi pengurangan karyawan ataupun kita punya bisnis mungkin pertumbuhan bisnis kita berkurang," ujarnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement