Laris Manis, Kuota Pemesanan Uang Khusus Rp75.000 Penuh hingga Akhir September

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 20 2266565 laris-manis-kuota-pemesanan-uang-khusus-rp75-000-penuh-hingga-akhir-september-3GLh0IuUYF.jpg Rupiah Rp75.000 (Okezone)

JAKARTA - Uang Pecahan Khusus (UPK) Rp75.000 tampaknya diburu masyarakat. Pasalnya, uang khusus HUT ke-75 Kemerdekaan RI tersebut berjumlah terbatas.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim mengatakan bahwa animo masyarakat untuk memiliki uangPK Indonesia Rp75 ribu sangatlah tinggi.

 Baca juga: 6 Fakta Uang Khusus Rp75.000 untuk Investasi, Harga Sulit Ditentukan

Sebagaimana diketahui, per tanggal 17 Agustus lalu, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BI mengeluarkan uang baru pecahan Rp75 ribu sebagai uang peringatan kemerdekaan RI ke-75 dalam jumlah terbatas.

"Kami melihat antusiasme, hasrat masyarakat untuk memiliki lembaran uang tersebut begitu tinggi. BI sangat mengapresiasi hal tersebut dan turut berterima kasih kepada masyarakat," ungkap Marlison dalam Taklimat Media di Jakarta, Senin (24/8/2020).

 Baca juga: Ibu Ini Terkejut Anaknya Masuk dalam Gambar Uang Rp75.000 Baru

Hal ini terbukti dengan dipenuhinya kuota pemesanan lembaran uang Rp75 ribu dengan begitu cepat. Bahkan, kuota hingga akhir September sudah penuh.

"Dari jam pertama kami launching aplikasi Pintar, pemesanan sudah datang dan memenuhi kuota. Bahkan kuota pemesanan hingga 30 September ini sudah penuh," ujar Marlison.

 Baca juga: Uang Khusus Rp75.000 Dijual Rp50 Juta, BI: Nilai Tukarnya Tetap Sama

Tercatat hingga 30 September 2020, jumlah UPK yang dipesan adalah sebanyak 197.454 lembar. Sementara itu, hingga siang ini pukul 12.00 WIB, jumlah realisasi penukaran UPK mencapai 26.824 lembar, atau sekitar 0,04% dari 75 juta lembar UPK.

"Untuk itu, demi penyebaran uang yang merata dan lebih cepat, BI sedang melakukan evaluasi rutin dan juga menyiapkan rencana percepatan dan perluasan penukaran UPK agar penyebarannya bisa merata di Indonesia," tutur Marlison.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini