Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Laba Astra International Turun 44% Jadi Rp5,5 Triliun

Shifa Putri , Jurnalis-Senin, 24 Agustus 2020 |18:57 WIB
Laba Astra International Turun 44% Jadi Rp5,5 Triliun
Laba Astra International Turun 44 Persen Jadi Rp5,5 Triliun. (Foto: Astra)
A
A
A

JAKARTA – Emiten PT Astra International Tbk (ASII) catatkan laba bersih per saham turun 44% akibat pandemi, namun itu belum termasuk keuntungan penjualan saham Bank Permata. Dalam catatan perseroan, meluasnya virus covid-19 berdampak pada menurunnya penjualan mobil yang anjlok hingga 45% dan penjualan sepeda motor menurun 40%.

Sementara itu, penurunan juga terjadi pada harga batu bara yang memengaruhi penjualan alat berat dan volume kontraktor penambangan, serta sektor agribisnis yang diuntungkan oleh peningkatan harga minyak kelapa sawit. tercatat juga kepemilikan saham pada Bank Permata dijual sebesar Rp16,8 triliun dengan posisi neraca keuangan yang kuat.

“Kinerja bisnis dan keuangan Grup Astra (Grup) sangat terdampak secara signifikan akibat pandemi COVID-19, terutama pada kuartal kedua. Langkah-langkah penanggulangan pandemi yang diterapkan di sebagian besar wilayah Indonesia telah berdampak kepada operasi Grup secara substansial, termasuk penutupan sementara kegiatan manufaktur dan distribusi otomotif, serta terdapat peningkatan secara signifikan jumlah pinjaman yang direstrukturisasi dalam bisnis jasa keuangan Grup,” kata Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro, dilansir dari keterangan resmi perseroan di Public Expose LIVE 2020, Senin (24/8/2020).

BACA JUGA : Penjualan Kendaraan Lesu, Laba Divisi Otomotif ASII Turun Jadi Rp716 Miliar

Selain itu, penurunan harga batu bara menekan bisnis alat berat, kontraktor penambangan, dan pertambangan. Pandemi ini, tambah Djony dan langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan dampaknya, diperkirakan akan terus memengaruhi kinerja hingga akhir tahun.

“Selama masa yang penuh tantangan ini dengan gangguan bisnis dan ketidakpastian, Grup Astra fokus secara khusus pada pengurangan biaya operasional dan belanja modal, pengelolaan modal kerja, dan kepastian likuiditas. Neraca keuangan Grup tetap kuat dengan tersedianya komitmen fasilitas pinjaman senilai Rp38,6 triliun,” ujar Djony.

Kemudian, perseroan juga mencatatkan adanya pendapatan bersih konsolidasian Grup Astra pada semester I-2020 sebesar Rp89,8 triliun, menurun 23% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA : 50 Emiten Ikut Public Expose LIVE 2020, Ini Daftar Perusahaannya

Tercatat laba bersih Grup Astra sebesar Rp11,4 triliun, meningkat 16% dibandingkan dengan semester pertama 2019, termasuk keuntungan dari penjualan saham di Bank Permata. Tanpa memasukkan keuntungan penjualan ini, laba bersih Grup menurun 44% menjadi Rp5,5 triliun, terutama karena penurunan kinerja divisi otomotif, alat berat dan pertambangan, dan jasa keuangan, yang disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19 dan langkah-langkah penanggulangannya.

Selanjutnya, nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2020 sebesar Rp3.773, meningkat 3% dari nilai aset bersih per saham pada 31 Desember 2019. Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup, mencapai Rp1,4 triliun pada 30 Juni 2020, dibandingkan utang bersih sebesar Rp22,2 triliun pada akhir 2019, setelah diterimanya hasil dari penjualan saham di Bank Permata pada Mei. Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup Astra meningkat dari Rp45,8 triliun pada akhir tahun 2019 menjadi Rp46,4 triliun pada 30 Juni 2020. (*)(fad)

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement