Kepala BKPM Sanggupi Challenge Presiden Jokowi soal Investasi Rp213 Triliun

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 320 2266391 kepala-bkpm-sanggupi-challenge-presiden-jokowi-soal-investasi-rp213-triliun-9sQAA0Da3z.jpg Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto: Okezone.com/BKPM)

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyanggupi permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menumbuhkan investasi jangan sampai minus di atas 5%. Hal ini sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dalam rapat mengenai informasi virus corona terkini dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kepala Negara menekankan soal strategi mendorong perekonomian di kuartal III. Menurutnya, kunci yang paling realistis saat ini adalah menjaga pertumbuhan investasi.

Baca Juga: Presiden Jokowi Beri Tugas Khusus ke Luhut, Investasi Jangan Minus di Atas 5%

"Tadi malem omong banyak dengan Kepala BKPM. Pak Bahlil menyanggupi. Sanggup Pak Rp213 triliun. Itu betul-betul terealisasi bisa mendongkrak growt. Hanya itu kunci, karena ekspor meningkatkan itu sulit pasarnya. Konsumsi domestik ini daya beli, sudah mentok," ujarnya, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Untuk itu, Jokowi pun menginstruksikan Menteri Koordinasi Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan untuk meningkatkan investasi pada kuartal III. Kepala Negara minta supaya pertumbuhan investasi tidak minus di atas 5%.

Baca Juga: Demi Investasi, Menteri Erick Bakal Jemput Investor Asing

"Kepada Pak Menko Maritim, yang bisa mendongkrak ekonomi di kuartal III kuncuinya selain konsumsi domestik adalah jangan sampai investasi tumbuh minus 5%. Kemarin minus 8%, itu usahakan betul-betul kalau tidak bisa plus jangan sampai minus di atas 5%," tuturnya.

Jokowi mengatakan, pemerintah harus mencari cara lain dalam mendongkrat pertumbuhan ekonomi yang minus 5,3% pada kuartal II-2020. Tidak bisa andalkan ekspor karena pasar sulit akibat pandemi virus corona.

"Ya harus ada jurus lain dengan meningkatkan investasi agar di kuartal III bisa, kuncinya di investasi," ujarnya.

Sebagai informasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang triwulan II-2020 sebesar Rp191,9 triliun atau turun 4,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut di bawah dari target realisasi investasi trwiulan II-2020 lebih dari Rp200 triliun. 

Menurut Kepala BKPM Bahlil Lahadalia realisasi ini bukan hasil yang menjadi rencana BKPM. Tapi karena pandemi Covid-19, sehingga target tersebut sangat berat.

"Realisasi investasi sepanjang trwiulan II-2020 mencapai Rp191,9 triliun. Jadi triwulan II ini adalah periode yang sangat berat," ujar dia dalam telekonfrensi, Rabu (22/7/2020).

Adapun Penanaman Modal Dalam Negeri (PDMN) tercatat Rp94,3 triliun, turun 1,4% (year on year/yoy). "Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) adalah Rp 97,6 triliun, turun 6,9% yoy," ungkap dia. (feb)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini