Bank BTPN mencatat laba bersih setelah pajak turun 10% dari tahun ke tahun menjadi Rp1,12 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2020. Penurunan laba bersih ini terutama didorong oleh kenaikan cost of credit sebesar 63 persen.
Rasio kredit bermasalah (non-perfoming loan/NPL) gross menunjukkan sedikit kenaikan menjadi 1,12% pada akhir Juni 2020, dari 0,81% di periode yang sama tahun lalu. Meski mengalami kenaikan, rasio ini masih di bawah rata-rata industri sebesar 3,11% di periode yang sama, dan jauh di bawah ketentuan Bank Indonesia sebesar 5%.
Sementara itu, kondisi likuiditas Bank yang tercermin pada indikator likuiditas (liquidity coverage ratio/LCR) dan net stable funding ratio (NSFR) juga berada jauh di atas ketentuan regulator (100%), yaitu LCR tercatat 221,96% dan NSFR sebesar 116,56% pada akhir Juni 2020.
(Dani Jumadil Akhir)