Covid-19 Belum Usai, RI Perluas Lahan Pertanian 200.000 Ha

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 26 Agustus 2020 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 320 2267827 covid-19-belum-usai-ri-perluas-lahan-pertanian-200-000-ha-lNS3OH0UPZ.jpg Kementan Perluas Lahan Pertanian untuk Antisipasi Pandemi. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan strategi untuk memastikan ketersedian bahan pokok hingga dua tahun ke depan. Upaya tersebut menyikapi dampak pandemi virus corona yang diprediksi masih lama.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Limpo mengatakan, pihaknya akan memperluas lahan pertanian agar bisa ditanam dengan beberapa komoditas.

"Oleh sebab itu empat cara bertindak tambahan yang kami lakukan yang pertama memperluas dan saya masih butuh 200.000 hektare untuk mencapai katakanlah kita mau ada stock selain masa tanam pertama dan masta tanam kedua ada stock tambahan sehingga kalau Covid ini berlangsung selama dua tahun, dua tahun itu saya sudah mempersiapkan makanan," ujar Syahrul Limpo di Gedung DPR, Kamis (26/8/2020).

Baca Juga: 5 Teknologi Andalan yang Bantu Industri Pertanian Indonesia

Dia melanjutkan, sektor pertanian merupakan salah satu yang memiliki peluang untuk ikut berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 tumbuh positif. Hal ini telah terlihat dari data pertumbuhan PDB Pertanian dalam arti luas (Pertanian, Kehutanan dan Perikanan) kuartal II 2020 (Q to Q) yang tumbuh positif sebesar 16,24% atau 22,13% (PDB Pertanian sempit).

"Pertumbuhan PDB Pertanian pada kuartal II-2020 diharapkan menjadi modal penyemangat bagi jajaran Kementerian Pertanian untuk bekerja lebih keras lagi dalam menjaga pertumbuhan PDB kuartal III tetap positif dan bahkan meningkat," katanya.

Baca Juga: 5 Langkah Hadapi Musim Kemarau, Ingat Manajemen Air!

Dia mengatakan, pemerintah mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan dengan turun ke daerah. Permasalahan di daerah harus diidentifikasi dan diselesaikan agar segala bantuan pemerintah dapat segera disalurkan ke penerima, proses produksi tetap berjalan tentunya dengan menerapkan protokol Covid-19.

"Sehingga pada akhirnya dapat mendorong perekonomian di daerah sekaligus untuk mengamankan produksi pangan," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini