Erick Thohir Usul Vaksin Covid-19 Tidak Gratis bagi Orang Kaya

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 27 Agustus 2020 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 320 2268482 erick-thohir-usul-vaksin-covid-19-tidak-gratis-bagi-orang-kaya-8dZ0lIcDtp.jpg Vaksin Corona (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut terdapat dua skema pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Bagi peserta BPJS Kesehatan, vaksin Covid-19 akan diberikan secara gratis, di mana, anggarannya ditanggung pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Sementara skema kedua yakni, vaksin Covid-19 secara mandiri, di mana kelompok masyarakat yang bukan peserta BPJS Kesehatan bisa melakukan vaksin Covid-19 secara mandiri dengan menggunakan dana pribadi.

"Vaksin bantuan pemerintah ini pendanaan melalui budget APBN, pakai data BPJS Kesehatan nanti ada vaksin gratis massal di awal tahun depan. Jadi yang terdaftar di BPJS Kesehatan gratis. Kami juga mengusulkan masyarakat bisa membayar vaksin mandiri untuk yang mampu, untuk memenuhi kebutuhan APBN kita juga. Tapi dengan tingkat kemampuan bayar berapa, itu nanti mandiri," ujar Erick saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Kamis (27/8/2020).

Baca Juga: Erick Thohir Sebut Peserta BPJS Kesehatan Bakal Dapat Vaksin Covid-19 Gratis 

Sekadar informasi, pemerintah akan memberikan vaksin Covid-19 kepada sejumlah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada awal tahun 2021. Penyuntikkan vaksin Covid-19 merupakan kelanjutan dari pemberian 30 juta dosis vaksin kepada masyarakat yang direncanakan dilakukan pada akhir tahun ini.

Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir menyebut, penyuntikkan vaksin Covid-19 nantinya diberikan sebanyak dua kali kepada satu orang. Selain itu, vaksin juga diberikan dalam jeda waktu dua minggu.

"Kami tekankan ada dua kali dosis penyuntikan dengan jeda dua minggu. Sebagai catatan, vaksin untuk Covid-19 yang ditemukan hari ini jangkanya masih enam bulan sampai dua tahun," ujar Erick.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini