Masa Pandemi Buat Harga Properti Tertekan, Peluang Beli Murah

Safira Fitri, Jurnalis · Senin 31 Agustus 2020 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 470 2270235 masa-pandemi-buat-harga-properti-tertekan-peluang-beli-murah-pbfiby89HJ.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Di tengah masa pandemi saat ini, berbagai sektor ekonomi mengalami dampak salah satunya disebabkan oleh turunnya daya beli masyarakat. Sama halnya dalam bidang properti, ketidakseimbangan demand supply memberikan dampak tertekannya harga properti.

Perencana Keuangan dari OneShildt Budi Rahardjo mengatakan, berbeda dengan situasi normal saat terjadi pertumbuhan ekonomi, harga properti dalam jangka panjang secara rata-rata cenderung mengalami kenaikan.

Baca juga: BI Prediksi Harga Properti Kuartal III Bakal Anjlok Jadi 1,19%

Beberapa hal penyebabnya adalah ketidakseimbangan antara permintaan properti untuk berbagai keperluan baik untuk rumah tinggal maupun komersial. Jumlah keluarga yang membutuhkan rumah tinggal terus mengalami peningkatan namun persediaan properti kelajuannya tidak sebesar kebutuhan tersebut.

Namun, di masa pandemi saat ini justru terjadi sebaliknya. Permintaan akan properti bisa mengalami penurunan, tapi di sisi lain mengalami peningkatan penjualan.

"Saat pandemi seperti ini terjadi kebalikannya, permintaan bisa jadi mengalami penurunan, sedangkan di sisi lain terjadi peningkatan penjualan properti terutama golongan masyarakat yang terdampak secara ekonomi dan membutuhkan uang untuk menyambung hidup," katanya saat dihubungi Okezone, Jakarta, Senin (31/8/2020).

rumah

Di sisi lain, menurut Budi, apabila ada masyarakat yang membutuhkan properti, saat ini adalah saat yang tepat untuk membelinya, sebab harga yang sedang berada di bawah pasar. Hal ini akan menguntungkan untuk masa yang akan datang.

"Untuk masyarakat yang membutuhkan properti atau ingin mengambil peluang saat ini adalah saat yang tepat untuk dapat membeli properti di bawah harga pasar. Potensi keuntungan jangka panjang bisa meningkat terutama apabila kondisi ekonomi sudah pulih kembali dan permintaan properti kembali pulih," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini