JAKARTA – PT Bio Farma (Persero) tengah melaksanakan proses uji klinis tahap III vaksin Covid-19 buatan perusahaan China, Sinovac Biotech. Ada sebanyak 1.620 relawan yang disuntikkan vaksin itu sebelum nantinya dinyatakan lolos pengujian tahap akhir tersebut.
Setelah uji klinis fase III berhasil, perusahaan pelat merah itu akan memproduksi secara massal untuk kebutuhan masyarakat Tanah Air. Ada empat perusahaan besar yang tertarik memborong vaksin yang berasal dari Negeri Tirai Bambu tersebut.
Baca Juga: Erick Thohir Percepat Imunisasi Vaksin Covid-19 di Desember
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan empat perseroan itu merupakan sebuah korporasi yang tergabung dalam Lippo Grup, Astra Grup, Sinarmas Grup, dan Medco Grup. Mereka berniat membeli vaksin itu untuk diberikan kepada para karyawannya.
"Saya dapat tanggapan positif dari Kadin, di sini ada grup Lippo, grup Astra, grup Sinarmas, grup Medco, yang bukan tidak mungkin mereka juga berani untuk membeli vaksin sendiri untuk kebutuhan karyawan mereka," kata Erick dalam konferensi pers secara daring, Rabu (2/9/2020).
Dia menyebut, pemberian vaksin itu melalui dua skema, yaitu diberikan secara gratis kepada masyarakat melalui BPJS Kesehatan dan dijual pribadi atau ke korporasi.
"Kita harapkan juga vaksin ini ada sendiri dua tipe macam vaksin: ada vaksin yang memang bantuan dari pemerintah melalui data BPJS Kesehatan, yang memang ada 93 juta orang yang sangat memerlukan. Sangat memerlukan," ujarnya.
Mantan Bos Inter Milan itu mengaku tengah berkoordinasi dengan TNI dan Polri dalam rangka penyaluran vaksin Covid-19 tersebut.
"Kita harapkan, program kesehatan ini jadi sangat penting. Tapi tidak kalah pentingnya review program tambahan yang akan kita bicarakan satu dua hari ini," kata dia.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.