Jakarta Terapkan Jam Malam? Ini Catatan dari Pengusaha

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 04 September 2020 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 320 2272460 jakarta-terapkan-jam-malam-ini-catatan-dari-pengusaha-8ZNxL3Cm9e.jpg Jam Malam di Jakarta (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah Kota Bogor dan Depok telah menerapkan sistem jam malam. Kebijakan itu diputuskan demi memutus mata rantai penyebaran pandemu virus corona atau Covid-19. Lalu bagaimana tanggapan pengusaha bila hal itu diterapkan di Jakarta?

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyebut dari segi sektor ekonomi, kebijakan jam malam akan membatasi dan menekan kegiatan ekonomi. Terutama bagi sektor retail dan UMKM yang menjadi salah satu sektor pendorong ekonomi.

Baca Juga: Ada Jam Malam, Pelaku Usaha Bisa Lakukan Hal Ini agar Tetap Untung 

Melihat hal ini, lanjut dia kebijakan tetap harus selektif pemberlakuannya dalam arti ini diberlakukan pada sektor-sektor fasilitas publik, tempat kerumunan masyarakat. Dan terutama tetap memberikan izin pada sektor-sektor esensial untuk bisa tetap bergerak.

"Kebijakan jam malam mungkin dapat menjadi salah satu effort yang efektif bagi penekanan penyebaran virus corona. Namun belum tentu menjadi solusi, tentunya harus dievaluasi, dan perlu ditingkatkan penertiban dan tindakan protokol kesehatan yang ditegas secara disiplin untuk menekan penyebaran virus ini," ujar dia kepada Okezone, Jumat (4/9/2020).

Di sisi lain, paradigma ekonomi antara Bogor, Depok dan Jakarta cukup berbeda, sehingga perlu dikaji kembali.

"Yang penting kegiatan ekonomi harus tetap ditegaskan memberlakukan protokol kesehatan secara disiplin," tegas dia.

Sebelumnya, Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang menilai aktivitas ekonomi bisa terganggu bila kebijakan itu juga dilaksanakan di wilayah Ibu Kota. Pasalnya, kegiatan perekonomian Jakarta berlangsung hingga larut malam.

"Jakarta sebagai kota jasa biasanya aktivitas ekonominya berlangsung sampai malam, mulai dari pusat perbelanjaan, hotel, restoran, cafe sampai bioskop. Jika diberlakukan jam malam tentu akan sangat mengganggu aktivitas ekonomi yang masih dibatasi dari sisi pengunjungnya," kata Sarman saat dihubungi.

Menurut dia, Pemprov DKI harus mempertimbangkan secara matang, sebelum akhirnya memutuskan kebijakan dua daerah penyangga Ibu Kota tersebut.

"Apabila kebijakan ini diterapkan di Jakarta tentu harus melalui pertimbangan yang matang karena Jakarta memiliki karateristik yang berbeda dengan Depok dan Bogor," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini