Ada Jam Malam, Pelaku Usaha Bisa Lakukan Hal Ini agar Tetap Untung

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 02 September 2020 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 622 2271280 ada-jam-malam-pelaku-usaha-bisa-lakukan-hal-ini-agar-tetap-untung-4NsuQOkApH.jpeg Pelaku Usaha soal Jam Malam (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Beberapa pemerintah daerah mulai menerapkan jam malam untuk membatasi kegiatan orang. Hal tersebut menyusul terus meningkatnya angka kasus positif virus corona atau Covid-19 hampir di seluruh daerah di Indonesia.

Dengan penerapan jam malam, membuat dunia usaha harus menyesuaikan waktu operasional. Karena dengan adanya aturan ini, waktu buka atau operasional kembali dipangkas hanya sampai jam 18.00 WIB.

Baca Juga: Ada Jam Malam di Surabaya, Pengusaha Mal Atur Waktu Pulang Pekerja 

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, adanya jam malam membuat dunia usaha harus melakukan evaluasi. Secara khusus adalah evaluasi pada target pasar dari produknya.

“Kalau begitu berarti kita harus evaluasi lagi segmen market. Misalnya kita melayani ritel misalnya baru buka misalnya malam. Kita melayani orang langsung ritel,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (2/9/2020).

Menurut Mike, mulai saat ini harus mulai mencari potensi market mana yang belum tergarap, sehingga meskipun ada pembatasan operasional, bisnis tetap bisa berjalan.

“Sekarang kita harus coba mengubah potensi market mana yang belum anda layani yang tidak terpengaruh jam buka tutup,” kata Mike.

Baca Juga: Jika Jakarta Terapkan Jam Malam, Apa Kata Pengusaha? 

Sebagai salah satu contohnya adalah ada seseorang yang membuka bisnis kafe. Meskipun operasional toko tetap tutup sesuai aturan, namun masih bisa menerima orderan lewat aplikasi pesan antar.

“Konsumsinya juga anda melayani bisnis lainya. Contohnya tadi anda kafe anda bikin minuman sekarang mungkin anda tetap kopi atau enggak buka kafenya sampai malem. Tapi anda melayani pesan antarnya, jadi kafenya tutup tapi layanan antarnya bisa tetap anda jalanin. Kalau anda tetap mau meladeni ritelnya. Tetap buka tapi sudah berbasisnya online,” jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini