Menko Luhut Pede Investasi Bos Tambang Australia Lebih Cepat dari Investor Lain

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 04 September 2020 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 320 2272505 menko-luhut-pede-investasi-bos-tambang-australia-lebih-cepat-dari-investor-lain-3EU61F3GIa.jpg Menko Luhut (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan hari ini menandatangani Akta Kesepakatan Industri Hijau dan Letter of Intent (LoI) untuk mengurangi pencemaran plastik secara dramatis di perairan Indonesia. Penandatanganan akta ini turut disaksikan oleh Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Allaster Cox.

"Hari ini menandai langkah penting dalam interaksi Kemenko Marves dengan Fortescue Metals Group (FMG), khususnya dalam pengembangan energi terbarukan untuk mendukung industri hijau yang bernilai tambah," ujar Luhut di Jakarta, Jumat (4/9/2020).

Baca Juga: Australia Resesi, Hati-Hati Investasi Indonesia Bisa Amblas 

Dia juga mengatakan bahwa Andrew Forest selaku bos tambang Australia dari FMG sebelumnya telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin dan Jokowi telah memberikan arahan yang jelas tentang pengembangan energi terbarukan untuk mendukung pengembangan industri hijau.

"Saya yakin rencana investasi FMG melalui FMG Future Industries akan melaksanakan rencana investasinya lebih cepat dari investor lain. Sebelumnya, kami telah menerima banyak proposal serupa dari investor lain dengan kemajuan sangat lambat," tutur Luhut.

Dia juga mengungkapkan rasa senangnya menandatangani perjanjian ini dengan Andrew, mengingat rekam jejak Andrew yang mengagumkan dan visi inti FMG serta pendiri dan pimpinannya.

"Penandatanganan ini bertujuan untuk memberikan kerangka kerja koordinasi melalui satuan tugas bersama untuk memfasilitasi, mempercepat, dan melaksanakan investasi FMG di bidang industri hijau berbasis pengembangan 60 GW tenaga air dan 25 GW tenaga panas bumi energi terbarukan di seluruh nusantara," tambah Luhut.

Menurut dia, investasi untuk pembangkit listrik, tidak termasuk infrastruktur tambahan, akan memakan biaya hingga puluhan miliar dolar. Investasi yang sangat besar ini, seharusnya memberikan dampak positif bagi Indonesia.

"Ini hanya langkah pertama yang harus dipupuk. Saya pribadi akan mendorong tim saya untuk implementasi, dan saya yakin Andrew akan melakukan hal yang sama," pungkas Luhut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini