Naik 1%, Penyaluran Kredit Juli 2020 Capai Rp5.536,4 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Minggu 06 September 2020 10:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 06 320 2273329 naik-1-penyaluran-kredit-juli-2020-capai-rp5-536-4-triliun-XdiNchzhLc.jpeg Uang Rupiah. Foto: Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit pada Juli 2020 mencapai Rp5.536,4 triliun atau tumbuh 1,0% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini sama dengan pertumbuhan bulan sebelumnya. Stabilnya penyaluran kredit terutama terjadi pada debitur korporasi maupun perorangan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menerangkan, kredit kepada korporasi tercatat meningkat dari 0,7%(yoy) pada Juni 2020 menjadi 0,9%. Sedangkan kredit pada perorangan tercatat melambat dari 2,0% (yoy) pada menjadi 1,5% (yoy).

Baca Juga: Beda dengan Bank BUMN, Pertumbuhan Kredit BPD Moncer

Rinciannya, berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit terjadi kredit investasi (KI) yang tumbuh stabil serta perlambatan kredit modal kerja (KMK) dan kredit konsumsi .

Kredit modal kerja (KMK) masih mencatat pertumbuhan negatif meskipun tidak sedalam periode sebelumnya dari -,20 % pada bulan Juni 2020 menjadi negatif sebesar -1,7% pada Juli 2020, terutama pada sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR).

KMK sektor pengolahan tumbuh negatif -0,5% (yoy) pada Juni 2020 menjadi -0,4% terutama pada kredit industri minyak goreng dan kelapa sawit mentah khususnya di Jawa Timur.

Baca Juga: Realisasi Rendah, Subsidi Bunga KUR Diperpanjang hingga Akhir Tahun

"Sementara itu, KMK sektor PHR tumbuh negatif dari -4,9% (yoy) pada bulan Juni menjadi -4,8%, terutama bersumber dari penurunan KMK subsektor hotel berbintang di DKI Jakarta dan Jawa Barat," kata Onny di Jakarta, Minggu (6/9/2020).

Di sisi lain, Kredit Investasi (KI) tercatat tumbuh 5,2% (yoy) pada Juli 2020. Peningkatan disebabkan oleh sektor Industri pengolahan yang diiringi perlambatan pada sektor PHR.

Rinciannya KI sektor pengolahan meningkat dari 4,4% menjadi 5,1% (yoy) pada Juli 2020 terutama kredit yang disalurkan untuk subsektor industri semen kapur dan Gips. Serta barang-barang dari Semen dan Kapur di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

Lalu, KI sektor PHR juga mengalami kontraksi sebesar -0,9% setelah pada bulan sebelumnya 0,6% (yoy), khususnya pada subsektor perdagangan makanan, minuman dan tembakau di Jawa Tengah dan Timur. Sementara itu, pertumbuhan kredit konsumsi (KK) pada bulan Juli 2020 mengalami perlambatan dari 2,4% (yoy) menjadi 1,5% (yoy).

"Perlambatan ini disebabkan oleh kredot KPPR/KPA, KKB maupun kredit multiguna," jelasnya.

Sedangkan, kredit properti pada Juli 2020 kembali mengalami perlambatan, dari 4,2% (yoy) pada Juni 2020 menjadi 3,5% (yoy). Penurunan tersebut terjadi pada seluruh jenis kredit, baik kredit KPR/KPA, kredit real estate maupun kredit konstruksi.

Pertumbuhan kredit KPR/KPA melambat dari 3,5% (yoy) menjadi 3,4% (yoy), terutama pada perumahan tipe di atas 70. Sedangkan kredit konstruksi tercatat melambat, dari 4,3% (yoy) pada Juni 2020 menjadi 3% (yoy). Lalu, kredit real estate melambat dari 5,8% (yoy) menjadi 4,7% (yoy) pada Juli 2020 terutama pada real estate gedung perkantoran.

Sedangkan pada kredit UMKM mencatat penurunan yang lebih dalam, dari -0,4% (yoy) menjadi -(0,5% yoy) . Penurunan pertumbuhan kredit UMKM terutama terjadi pada skala usaha mikro, dari 2,0% menjadi – 1,4% (yoy). Sementara pertumbuhan kredit skala usaha kecil dan menengah mengalami akselerasi, dari masing-masing 3,4% (yoy) dan 4,6% (yoy) menjadi 3,5% (yoy) dan -2,8% (yoy).

"Berdasarkan jenis penggunaannya, penurunan kredit UMKM disebabkan oleh jenis penggunaan investasi," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini