Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MenkopUKM Harapkan UMKM dan Koperasi Mampu Bertahan dengan Memanfaatkan Perubahan Pasar

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 07 September 2020 |19:33 WIB
MenkopUKM Harapkan UMKM dan Koperasi Mampu Bertahan dengan Memanfaatkan Perubahan Pasar
Foto : Dok.KemenkopUKM RI
A
A
A

LOMBOK TENGAH - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengharapkan UMKM dan Koperasi mampu bertahan dan memanfaatkan situasi pasar yang sedang berubah di tengah suasana pandemi Covid-19. Pasalnya, pandemi diperkirakan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, dan hanya UMKM yang adaptif dan inovatif yang akan mampu survive.

"Pemerintah tidak tinggal diam. Serangkaian kebijakan untuk membantu UMKM dan Koperasi sedang dan akan terus dilanjutkan," tegas MenkopUKM Teten Masduki, dalam sambutannya melalui virtual pada pembukaan pelatihan bertema "KUKM Eksis dan Mampu Beradaptasi dalam Pandemi Covid-19 dan Era New Normal", di Lombok Tengah, Senin (7/9/2020).

MenkopUKM Teten memaparkan bantuan yang diberikan pemerintah kepada UMKM disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi UMKM.

"Bagi UMKM yang memang terdampak sangat ekstrem, maka diberikan bansos. Bagi UMKM yang mengalami kesulitan pembiayaan sementara kegiatan usahanya masih berjalan, diberikan retrukturisasi pinjaman subsidi bunga 6 bulan dan keringanan pajak, serta pinjaman dengan bunga 3 persen," jelasnya.

Terhadap UMKM yang belum tersentuh perbankan ("unbankable"), diberikan Banpres produktif sebesar Rp2,4 juta. "Bantuan ini diberikan kepada 12 juta pelaku usaha mikro. Sampai pada akhir September 2020 ditargetkan sudah 100 persen," ujar Teten.

Jika kemudian didapati perekonomian nasional pada Kuartal I 2021 masih landai, maka kedua bantuan itu (restrukturisasi dan banpres produktif usaha mikro) kemungkinan besar akan diteruskan.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement