Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lawan Produk Impor, Kemenperin Labeli SNI Sepeda Lokal

Ferdi Rantung , Jurnalis-Rabu, 09 September 2020 |11:38 WIB
Lawan Produk Impor, Kemenperin Labeli SNI Sepeda Lokal
Tren Sepeda (Foto: Ilustrasi Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberi pelayanan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk industri sepeda. Langkah ini sebagai upaya meningkatkan daya saing industri sepeda di dalam negeri.

Salah satu langkah strategis yang sedang didorong adalah penerapan sistem manajemen mutu dan Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI).

“Upaya tersebut tertuang di dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 30 Tahun 2018 tentang Pemberlakuan SNI Sepeda Roda Dua Secara Wajib,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi lewat keterangan resminya di Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Baca Juga:  Sudah 3,7 Juta Pekerja yang Rekeningnya Ditransfer BLT Subsidi Gaji

Menurut Doddy, aturan itu bertujuan untuk mengantisipasi serbuan impor sepeda dan memberikan perlindungan terhadap industri nasional melalui penciptaan persaingan usaha yang sehat. “Dalam implementasinya, penerapan sistem manajemen mutu adalah syarat untuk memperoleh SPPT SNI,” jelasnya. 

Doddy mengemukakan dua unit litbang di bawah binaannya yang berlokasi di Bandung, yakni Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) serta Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) telah memfasilitasi PT Kreuz Indonesia terkait bimbingan teknik penerapan sistem manajemen mutu dan pelayanan SPPT SNI.

PT Kreuz Indonesia merupakan salah satu produsen sepeda nasional yang mulai berkembang seiring terjadinya peningkatan order dari pasar domestik.

Baca Juga: Pencuri Motor Beralih Incar Sepeda Mewah di Tengah Pandemi

“Pada awalnya, CV Kreuz membuat rangka sepeda lipat dengan kapasitas mencapai 10-15 unit per bulan. Seiring waktu, terutama dampak pandemi yang membuat masyarakat lebih giat berolahraga dengan bersepeda, pesanan rangka sepeda lipat Kreuz pun semakin meningkat tajam sebanyak 100 unit per bulan, dan berubah dari CV menjadi PT,” paparnya. 

Doddy menyampaikan supervisi penerapan sistem manajemen mutu diberikan oleh B4T, sedangkan layanan sertifikasi SNI dan pengujian diberikan oleh BBLM.

“Bimbingan teknik yang diberikan oleh B4T meliputi pelatihan pengenalan, pemahaman dan dokumentasi sistem manajemen mutu atau Quality Management System (QMS) SNI ISO 9001:2015 kepada PT. Kreuz Indonesia,” terangnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement