Jakarta Rem Darurat, Bagaimana Dampaknya ke Ekonomi?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 10 September 2020 08:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 10 320 2275374 jakarta-rem-darurat-ri-semakin-dekat-dengan-resesi-B8znqfifQl.jpeg Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ekonom Indef Bhima Yudistira menilai kebijakan rem darurat yang diambil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan membuka peluang Indonesia bakal mengalami resesi hingga tahun 2020.

Hal ini seiring, pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menarik rem darurat atau emergency brake PSBB transisi dan mengembalikan PSBB seperti pada masa sebelum transisi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan mulai Senin (14/9/2020) seluruh kegiatan kembali dikerjakan di rumah. Terkecuali 11 sektor usaha industri seperti yang telah disampaikan pada masa PSBB sebelum transisi.

"Dampak PSBB yang ketat pasti akan membuat ekonomi negatif dalam kuartal ke III hingga berlanjut kuartal IV," ujar Bhima saat dihubungi di Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Kata dia, efek PSBB tentu cukup luas ke semua sendi ekonomi, mulai dari turunnya konsumsi rumah tangga, produksi industri dan realisasi investasi juga tertunda. Namun hal ini perlu dilakukan agar mencegah penyebaran virus covid-19 yang semakin luas.

"Tapi ini perlu dilakukan sehingga di kuartal I-2021 pandemi sudah turun dan pemulihan ekonomi bisa lebih cepat terjadi," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini