Dua hal ini akan menjadi pendukung bagi Rupiah untuk menguat dalam jangka pendek. Kendati demikian, sentimen positif itu tidak serta merta akan membuat rupiah nyaman melenggang di zona hijau.
Baca juga: Hampir Sentuh Rp15.000, Rupiah Berakhir Lesu di Rp14.890/USD
Ketidakpastian akibat Covid-19 masih akan terus membayangi pergerakan nilai tukar. Apalagi, perkembangan vaksin virus itu belum sepenuhnya positif dan masih membutuhkan waktu untuk distribusi sehingga potensi pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah pun masih membayangi.
Tapi diperkirakan kekhawatiran pasar terhadap diterapkannya kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) lebih ketat di DKI Jakarta pada Senin (14/9/2020) tidak akan mempengaruhi pergerakan rupiah secara signifikan. Pasar telah menghargai sentimen tersebut pada dua hari perdagangan terakhir sehingga respon pada perdagangan pekan depan terhadap PSBB sudah tidak lagi sebesar sebelumnya.