Tak Disangka, Miliarder Nomor 2 di China Ternyata Pernah Jadi Penjual Jamur

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 16 September 2020 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 455 2278613 tak-disangka-miliarder-nomor-2-di-china-ternyata-pernah-jadi-tukang-jamur-VGXZIepnBB.jpg Zhong Shanshan Jadi Orang Terkaya Nomor 2 di China. (Foto: Okezone.com/Forbes)

JAKARTA - Pendiri raksasa air kemasan, Nongfu Spring, Zhong Shanshan menjadi orang terkaya kedua di China. Hal tersebut karena dirinya memiliki pemahaman yang cerdas terhadap tren konsumsi di China melalui bisnis air minumnya.

Saham Nongfu Spring sebesar USD4,66 atau sekitar Rp69 ribu (mengacu kurs Rp14.800 per USD) pada perdagangan Senin. Angka tersebut naik 68% sejak debutnya seminggu lalu.

Mantan Kepala Investasi di Adams Asset Management di Hong Kong Brock Silvers mengatakan, Nongfu sukses melakukan penjualan karena solid dengan model yang terbukti menghasilkan pendapatan dan laba yang dapat diprediksi. Hal ini yang jarang terjadi di pasar China saat ini.

Baca Juga: Kabar Duka, Ayah Bill Gates Meninggal Dunia di Usia 94 Tahun

"Ada demam IPO sekarang, dengan emiten dan investor berebut untuk mengikuti arus. Ada juga alasan teknis yang berkontribusi pada momentum positif, seperti pelampung yang terlalu kecil dan partisipasi batu penjuru yang terlalu besar. Saat ini, saham tampak berisiko bagi investor ritel, dan saham tampaknya tidak menarik pada harga saat ini," ujar Silvers dikutip dari Forbes, Rabu (16/9/2020).

Pada harga saat ini, saham Zhong di Nongfu Spring memiliki nilai kapitalisasi USD43,8 miliar atau Rp649 triliun. Di mana Zhong memiliki saham hingga 84%.

Oleh karena itu, investor disarankan untuk berhati-hati dalam bertransaksi saham. Karena tingginya kepemilikan saham oleh sebagian kecil investor justru bisa menggerakan harga secara substansial.

Baca Juga: Kenalan dengan Dewi Muliaty, Srikandi RI yang Masuk Daftar Pebisnis Wanita Berpengaruh di Asia

Zhong juga memiliki 75% saham pembuat vaksin Beijing Wantai Biological Pharmacy. Di mana pada saat ini harga sahamnya naik 14 kali lipat setelah perusahaan itu terdaftar pada April di Shanghai.

Dengan capaian tersebut, kini kekayaan gabungan Zhong sekarang mencapai USD53,7 miliar atau sekitar Rp796 triliun. Angka ini menempatkan Zhong di bawah dari pendiri Tencent, Pony Ma dengan kekayaan USD59,1 miliar atau sekitar Rp876 triliun dan di atas pendiri Alibaba Jack Ma dengan kekayaan USD50,5 miliar atau sekitar Rp748 triliun.

Kekayaan Zhong ini juga tidak terlepas dari kinerja moncer perusahaan. Menurut angka Frost dan Sullivan, pendapatan Nongfu Spring melonjak 17% menjadi 24 miliar yuan, dan penjualan air kemasan menyumbang dua per tiganya.

Selain itu, Nogfu juga membukukan laba 5 miliar yuan atau melonjak 21% dibanding tahun lalu. Bagaimana tidak, mata Air Nongfu memiliki lebih dari seperlima pasar air minum kemasan di China, yang diperkirakan tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 11% menjadi 337 miliar yuan pada tahun 2024.

“Saham Nongfu Spring mahal, tetapi ini adalah salah satu nama merek utama di China di sektor konsumsi. Hanya nama merek itu sendiri yang bernilai cukup banyak uang, manajer dana akan berpikir itu adalah saham yang harus dimiliki," kata Direktur Pengembangan Bisnis di China Galaxy International Securities Eugene Law.

Meski demikian, pandemi virus corona membuat kinerja perusahaan juga turun. Pasalnya, toko-toko terpaksa tutup di tengah aturan karantina yang ketat alias lockdown.

Penjualan selama lima bulan pertama tahun ini turun 13% menjadi 8,7 miliar yuan.

Di balik kesuksesannya, ternyata Zhong berasal dari latar belakang yang sederhana. Lahir pada 1954 di Kota Tenggara Hangzhou, dirinya terpaksa putus sekolah selama Revolusi Kebudayaan Tiongkok yang penuh gejolak.

Dia putus sekolah pada usia dini dan mendapatkan pekerjaan di bidang konstruksi. Tetapi akhirnya dia berhasil masuk perguruan tinggi pada tahun 1977, belajar bahasa Mandarin di tempat yang sekarang disebut Universitas Radio & TV Zhejiang.

Dia kemudian mendapatkan pekerjaan sebagai jurnalis yang bekerja untuk suratkabar harian Zhejiang Daily. Zhong berhenti pada 1988 terjun ke bisnis.

Dia menjual jamur, bekerja sebagai agen penjualan untuk perusahaan minuman Cina Wahaha, dan menjajakan suplemen perawatan kesehatan sebelum mendirikan perusahaan air minum dalam kemasan pada tahun 1996.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini