Manajemen Sering Tolak Investor, Ahok Mau Audit Kilang Minyak Pertamina

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 320 2279155 ahok-mau-audit-kilang-minyak-pertamina-kenapa-IYegLDKLe5.jpg Kilang Minyak (Shutterstock)

JAKARTA - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok secara terbuka menyebut akan melakukan audit kilang minyak yang tengah digodok Pertamina. Langkah itu sebagai bentuk transparansi di internal BUMN migas tersebut.

Bahkan dia mengatakan, akan menjadwalkan ulang rapat dengan para dewan direksi Pertamina terkait mega proyek tersebut. Dalam pertemuan ini, dia akan menanyakan alasan manajemen menolak kerja sama dengan beberapa investor saat tawaran kerja sama diajukan.

 Baca juga: Ahok Marah-Marah Bongkar Kebobrokan, Pertamina Butuh Superteam

"Nanti saya mau rapat penting soal kilang, kenapa investor yang udah nawarin mau kerja sama kalian diemin, terus udah ditawarin kenapa ditolak, terus kenapa kerja seperti ini, saya mau diaudit ini," ujar Ahok seperti dikutip dari tayangan di akun Youtube POIN, Kamis (17/9/2020).

Dalam pertemuan bersama Dewan Direksi pertamina sebelumnya, dia juga menuturkan sempat emosi saat membahas perihal kilang pertamina yang kini dibagun di beberapa wilayah di Indonesia. Ahok bilang, ada kesengajaan membuat dirinya emosional agar hal ini bisa dilaporkan ke Presiden Joko Widodo.

 Baca juga: Ahok Minta Kementerian BUMN Dibubarkan, Staf Erick Thohir: Jangan Buru-Buru

"Sempat saya emosi juga kemarin, mereka memancing saya emosi, kalau saya emosi laporan ke Presiden apa? Ahok itu mengganggu keharmonisan. Ahok mengganggu keharmonisan, Ahok itu sama saja membuat kekacauan, kekisruan, kalau gak ada Ahok kan gak ada yang ribut," kata dia.

Dalam video berdurasi 6 menit itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyampaikan bahwa sebagai komisaris utama Pertamina, dia tidak memainkan tugas pengawasan secara maksimal. Justru dia hanya menjadi seorang eksekutor.

 Baca juga: Ahok Usul Kementerian BUMN Dibubarkan, Apa Alasannya?

"Saya ini eksekutor bukan pengawas Pertamina sebetulnya, komisaris di BUMN itu sebetulnya neraka, surga belum masuk," ujarnya.

Di tempat yang terpisah, CEO Commercial & Trading Subholding Pertamina Mas'ud Khamid enggan berkomentar saat ditanyai perihal sejumlah pernyataan Ahok. Secara spesifik, Mas'ud justru mengatakan tidak ada masalah apa-apa.

"Oh, tidak Ada. Sampeyan lah yang tahu," ujar Mas'ud usai melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BAKN DPR, Jakarta, Rabu kemarin.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah menyebut, kritik Ahok sebagai masukan untuk perbaikan tata kelola Pertamina. "Kami menghargai pernyataan Pak BTP sebagai Komut yang memang bertugas untuk pengawasan dan memberikan arahan," jelas Fajriah lewat pesan singkatnya kepada wartawan.

Dia bilang apa yang disampaikan Ahok sejalan dengan restrukturisasi Pertamina yang sedang dijalankan direksi agar perusahaan menjadi lebih cepat, adaptif, dan kompetitif.

"Upaya direksi Pertamina untuk menjalankan perusahaan sesuai prosedur, menjadi lebih transparan dan profesional telah konsisten nyata dilakukan, melalui penerapan ISO 37001:2016 mengenai Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) oleh Pertamina dan grupnya, kerja sama dengan PPATK dan juga institusi penegak hukum, serta pendampingan dengan KPK," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini