Konflik Turki-Yunani Berpotensi Kerek Harga Emas

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 320 2279190 konflik-turki-yunani-borpotensi-kerek-harga-emas-FXdVlQSwTf.jpg Harga Emas Naik. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas berpotensi kembali mengalami kenaikan dalam beberapa waktu depan. Hal ini disebabkan kondisi geopolitik yang terjadi di beberapa negara dan masih terus berlangsung

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, ada beberapa hal yang akan menyebabkan kenaikan harga emas. Pertama, statement partai komunis di China terkait seruan akan melawan negara yang ikut campur dalam urusan dalam negeri.

Dalam statmenya tersebut, partai pemerintah tersebut menyebut jika selama ini China selalu diam saat diprovokasi oleh Amerika Serikat (AS) maupun Inggris dalam segala bidang. Seperti misalnya masalah Hong Kong hingga Taiwan.

Baca Juga: Sampai Kapan Harga Emas Terus Tinggi?

"Nah jadi sebenarnya bahasanya gitu kalau bahasa saya dari hasil kongres Partai Komunis. Karena dianggap bahwa selama ini Tiongkok selalu disudutkan oleh negara Asean terutama bonekanya Amerika dan Inggris. Pertama adalah Hong Kong, kemudian Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina yang dianggap memang dulu bekas jajahan dari Inggris dan Amerika Serikat," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (17/9/2020).

Lalu faktor yang kedua adalah terkait memanasnya hubungan antara Turki dan Yunani. Kedua negara tersebut berebut laut Laut Mediterania yang disebut memiliki cadangan minyak yang besar.

Baca Juga: Harga Emas Antam Tetap Dijual Rp1.030.000/Gram

"Kedua di Laut Mediterania Turki sedang bersitegang dengan Yunani. Di mana di belakang Yunani itu Prancis ada kilang minyak yang luar biasa di laut tersebut yang diklaim itu adalah wilayah Turki," kata Ibrahim.

Turki sendiri mengklaim jika laut tersebut merupakan wilayahnya. Sedangkan Yunani juga mengklaim lautan tersebut merupakan wilayahnya dan siap berperang dengan Turki.

"Nah sedangkan di sisi lain Yunani mengklaim itu adalah wilayah Yunani, yang memang sudah dilakukan penelitian dan itu ada. Sehingga apa? Yunani berani mengajak perang Turki," kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, jika nantinya kedua negara tersebut benar-benar berperang, akan mengerek harga emas naik kembali. Namun untuk sementara ini, pergerakan harga emas masih relatif fluktuatif.

"Nah ini bisa terjadi bahwa, kalau seandainya perang, kemungkinan besar harga emas ini kembali lagi akan mengalami kenaikan," kata Ibrahim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini