ICTM Jadi Bukti Yogya Layak dan Siap Jadi Destinasi MICE

Priyo Setyawan, Jurnalis · Jum'at 18 September 2020 19:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 320 2280131 ictm-jadi-bukti-yogya-layak-dan-siap-jadi-destinasi-mice-JPPUViKRO1.jpg Konferensi Pers ICTM (Foto: Priyo)

YOGYAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menggelar Indonesia Corporate Travel and Mice (ICTM) 2020 di Yogyakarta, 8-10 Oktober 2020. ICTM merupakan kegiatan gabungan dari lima program. Yaitu talkshow, O2O buyer meet seller, buyer ekchange forum, post tour dan seller workshop. Di mana lima proram tersebut menjadi satu kegiatan. Sebanyak 30 corporate rencananya akan diundang dalam event tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharja mengatakan, dipilihnya Yogyakarta untuk kegiatan ICTM merupakan keuntungan bagi industri pariwisata di DIY. Sebab ini merupakan kepercayaaan di tengah pandemi COVID19.

Baca juga: Terbaik Tangani Covid-19, Babel Siap Buka Akses Turis Asing

“Ini kesempatan baik untuk meninjukkan jika Yogyakarta dan DIY mampu dan layak dijadikan sebagai destinasi MICE ,” kata Singgih saat memberi sambutan sosialiasi ICTM di Yogyakarta, Kamis (17/9/2020).

Singgih menjelaskan DIY sendiri tahun 2019 lalu mendapat dua penghargaan tentang MICE, yaitu best dan popular dsetinasi MICE. Untuk tahun 2020 meski tidak ada penghargaan MICE, namun DIY sudah melakukan dan menyiapkan segala sesuatu dalam menghadapi pandemi. Yakni dengan membuat dan menciptakan ekosistem adaptasi kebiasaan baru

“Saya berarap yang bergerak di ekosistem MICE tetap menjaga implementasi protokol kesehatan COVID-19 dan menunjukkan memang siap sebagai destinasi MICE,” paparnya.

 Baca juga: PBB Sebut Perjalanan Internasional Anjlok 65% Imbas Covid-19

Untuk itu memberikan apresiasi kepada indusrri pariwisata yang selama ini tetap konistean dengan penerapan protokol kesehatan tersebut. Sebab dengan cara ini, pariwisata tetap berjalan dan para pelaku serta pengunjungnya tetap sehat. Jika sekarang ekonomi dan kesehatan harus beriringan berjalan, dengan itulah caranya.

“Jangan kendorkan protokol kesehatan yang telah kita sepakati bersama. Tegakkan secara konsisten dalam menjaga ekosistem pariwisata tetap sehat semua,” jelasnya.

Menurut Singgih, ICTM ini akan menjadi momentum yang baik. Terlebih Yogyakarta menjadi kota pertama dan ini menjadi bagian dalam menghidupkan ekosistem parisiwata di Yogyakarta di tengah pademi. Meksipun untuk MICE masih fokus pada domestik, sebab pintu manca negara belum dibuka. Sehingga kesempatan ini bisa digunakan bersama tim ICTM dan Kemenparekraf pada tahun 2021 corpoate besar mengadakan MICE di Yogyakarta.

“Ini tentu memerlukan dukungan ekosistem yang lebih baik lagi, memsuki ekosistem baru pariwisata baru menuju quality tourism,” terangnya.

General Manager (GM) Grand Mercure Hotel Yogyakarta Eksi Ayuningtyas mengatakan ICTM ini merupakan hal yang bagus dan membuka mata di masa pandemi tetap memiliki inisiatif untuk mempertemukan buyer dan seller domestik dalam mengembangkan dunai wisata di Indonesia. Apalagi ICTM pertama dilaksanakan di Yogyakarta.

“Ini sesuatu yang eksiting dan kehormatan ICTM pertama di Yogyakarta,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini