JAKARTA - Indonesia akan segera mengalami resesi. Hal ini seiring pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang memproyeksi pertumbuhan ekonomi akan negatif pada kuartal III 2020.
Jika itu terjadi, Indonesia resmi dikatakan resesi karena pertumbuhan ekonomi mengalami negatif selama dua kuartal berturut.
Baca juga: Jouska Diminta Selesaikan Kasus dengan Nasabahnya
Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan jika Indonesia resesi akan memunculkan pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil. Di antaranya adalah investasi bodong serta harga bahan pokok berubah.
"Jadi kalau kita resesi itu berarti ekonomi akan mengalami pertumbuhan negatif. Kayak harga bahan pokok akan tidak stabil dan berubah. Lalu banyak yang menawarkan investasi bodong buat dana darurat," ujar Bhima di Jakarta, Rabu (23/9/2020).