Indonesia Terancam Resesi, Hati-Hati Banyak Investasi Bodong

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 23 September 2020 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 622 2282444 indonesia-terancam-resesi-hati-hati-banyak-investasi-bodong-rloyKRlBfs.jpeg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Freepix)

JAKARTA - Indonesia akan segera mengalami resesi. Hal ini seiring pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang memproyeksi pertumbuhan ekonomi akan negatif pada kuartal III 2020.

Jika itu terjadi, Indonesia resmi dikatakan resesi karena pertumbuhan ekonomi mengalami negatif selama dua kuartal berturut.

Baca juga: Jouska Diminta Selesaikan Kasus dengan Nasabahnya

Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan jika Indonesia resesi akan memunculkan pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil. Di antaranya adalah investasi bodong serta harga bahan pokok berubah.

"Jadi kalau kita resesi itu berarti ekonomi akan mengalami pertumbuhan negatif. Kayak harga bahan pokok akan tidak stabil dan berubah. Lalu banyak yang menawarkan investasi bodong buat dana darurat," ujar Bhima di Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Baca juga: Nasabah KSP Indosurya Gelar Demo, Ini Tuntutannya

Dia melanjutkan pertumbuhan negatif Indonesia akan terus terjadi kuartal ke IV. Sepertinya masih terkontraksi di bawah 1%. apalagi pandemi belum tentu berakhir dan daya beli masyarakat masih rendah. Masyarakat pun diminta agar bisa membantu pemerintah dalam memulihkan ekonomi Indonesia

"Selain itu ada kekhawatiran stimulus PEN tidak mencapai 100% pada akhir tahun ini. Jadi kita harus saling membantu dan bergotong-royong," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini