Indonesia Resesi, Pengangguran dan Orang Miskin Bakal Makin Banyak

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 29 September 2020 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 320 2285689 indonesia-resesi-pengangguran-dan-orang-miskin-bakal-makin-banyak-NDESmylU5Y.jpg Kemiskinan Meningkat Saat Indonesia Resesi. (Foto:: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan angka pengangguran dan kemiskinan Indonesia naik signifikan saat Indonesia masuk jurang resesi.

Irjen Kemenkeu Sumiyati mengatakan, perekonomian saat ini sudah terdampak hebat dan diperkirakan pertumbuhannya terus negatif sampai akhir tahun. Hal ini dipastikan mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Baca Juga: Mengerikan, 38 Juta Penduduk Asia Timur-Pasifik Akan Jatuh Miskin akibat Covid-19

"Pengangguran dan juga angka kemiskinan diperkirakan akan naik cukup signifikan di mana kemiskinan kemungkinan akan naik sekitar 3,02 hingga 5,71 juta orang. Dan pengangguran meningkat kurang lebih 4-5,23 juta orang," kata Irjen Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sumiyati di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara mengatakan pemerintah pun putar otak dalam merancang penggunaan anggaran dalam APBN.

Adapun, penggunaan APBN menjadi tulang punggung pemerintah dalam menyelamatkan perekonomian.

Baca Juga: Duh, Perempuan Miskin di Indonesia Paling Banyak

 "Pada saat itu pula kita berfikir yang namanya anggaran negara menjadi tulang punggung," katanya.

Dia menambahkan tidak mudah bagi APBN sebagai instrumen utama kebijakan fiskal untuk menyesuaikan diri dengan arus ketidakpastian akibat virus Covid-19.

"APBN kita terkena dampak, kena imbas, seperti apa imbasnya kalau kegiatan ekonomi turun maka penerimaan negara turun, ini dialami APBN dan APBD, semua kegiatan ekonomi turun," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini