Hampir 20.000 Pekerja Amazon Positif Covid-19

Sabtu 03 Oktober 2020 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 03 320 2287750 hampir-20-000-pekerja-amazon-positif-covid-19-E6SeV0ZEDl.jpg Covid-19 (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Lebih dari 19.800 karyawan Amazon yang bekerja di garis depan di AS terkonfirmasi positif virus corona tahun ini, demikian diumumkan perusahaan itu hari Kamis 1 Oktober 2020. Jumlah tersebut merupakan 1,44% dari seluruh karyawan Amazon.

Respons perusahaan ritel online terbesar di dunia itu terhadap pandemi virus corona telah dikritik oleh sebagian stafnya, para pejabat dan serikat pekerja, yang menyatakan Amazon membuat para karyawannya berisiko tertular sewaktu tetap membuka gudang-gudangnya semasa pandemi.

Namun, Amazon menyatakan tingkat infeksi karyawannya 42 persen lebih rendah daripada perkiraan, mengingat penyebaran virus di tengah masyarakat umum.

Baca Juga: Donald Trump Positif Corona, Harga Emas Naik 

Perusahaan ini tetap membuka fasilitasnya karena permintaan yang meroket dari konsumen yang tinggal di rumah semasa PSBB akibat pandemi. Amazon menambahkan pemeriksaan suhu tubuh, perangkat lunak untuk menjaga jarak dan prosedur keselamatan lain bagi para pekerjanya.

Menurut Amazon, dari 1,372 juta karyawan garis depan Amazon dan Whole Food Market, 19.816 terkonfirmasi positif terjangkit virus corona atau diduga mengidap COVID-19 antara 1 Maret dan 19 September. Demikian seperti dilansir VOA Indonesia, Jakarta, Sabtu (3/10/2020).

Akan tetapi, apabila tingkat infeksi di Amazon sama dengan tingkat penularan pada masyarakat umum, 33.952 karyawannya akan tertular virus tersebut, jika Memperhitungkan faktor usia dan geografi karyawan, sebut Amazon.

 


2 Maskapai AS Mulai PHK Massal

Sementara itu, dua maskapai AS yang termasuk di antara yang terbesar di dunia, American dan United, mulai mem-PHK total 32 ribu karyawan hari Kamis, karena kurangnya dana darurat lagi dari pemerintah federal. Industri penerbangan AS menerima 25 miliar dolar untuk mensubsidi gaji pada bulan Maret, pada hari-hari awal pandemi, sewaktu perjalanan dalam dan luar negeri terhenti.

Langkah American dan United itu berlangsung pada pekan yang sama ketika perusahaan hiburan raksasa Disney mengumumkan akan memecat 28 ribu karyawan, mayoritasnya bekerja di taman-taman hiburannya di Florida dan California.

Masih terkait dengan masalah itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) Rabu mengumumkan perpanjangan larangan pelayaran kapal pesiar yang dimulai pada Maret lalu hingga 31 Oktober mendatang. CDC menyatakan antara 1 Maret dan 29 September, terdapat 3.689 kasus COVID-19 di kapal pesiar yang berlayar di perairan AS, 41 di antaranya meninggal dunia.

Berbagai media berita menyatakan pemerintahan Trump menolak rekomendasi Direktur CDC Robert Redfield untuk memperpanjang larangan itu hingga Februari mendatang.

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan bahwa dia dan istrinya, Melania, terkonfirmasi positif terjangkit virus corona, Jumat (2/10). Belum jelas benar apakah mereka mengalami gejala apapun yang biasanya terkait dengan COVID-19. Presiden berusia 74 tahun itu dianggap dalam kategori berisiko lebih tinggi terjangkit COVID-19 karena faktor usia dan berat badannya.

Patuh pada protokol karantina akan menghalanginya bepergian selama dua pekan, periode yang akan berakhir pada jadwal debat berikutnya dengan pesaingnya dari partai Demokrat, Joe Biden, pada 15 Oktober.

Trump dan istrinya termasuk di antara lebih dari 7,2 juta orang di AS yang terjangkit virus corona. COVID-19 telah menewaskan lebih dari 200 ribu orang di AS.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini