7 Fakta 2,4 Juta Pekerja Gagal Dapat BLT Subsidi, Nomor 3 Salah HRD?

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 04 Oktober 2020 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 03 320 2287876 7-fakta-2-4-juta-pekerja-gagal-dapat-blt-subsidi-nomor-3-salah-hrd-t6rytgeurA.jpg BLT Pegawai (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Masih ada saja pekerja yang belum menerima bantuan langsung tunai (BLT) subsidi gaji Rp600.000. Meskipun saat ini bantuan subsidi gaji sudah masuk tahap 5.

Selain masih menunggu pencairan, terdapat juga 2,4 juta pekerja yang gagal mendapatkan BLT subsidi gaji Rp600.000 karena tidak memenuhi syarat.

BPJS Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 12,4 juta pekerja penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau BLT subsidi gaji Rp600.000 per bulan. Dari data ini telah disalurkan bantuan kepada 10,7 juta penerima atau 92,48% .

Baca Juga: 2,4 Juta Pekerja Gagal Terima BLT Subsidi Gaji Rp600.000/Bulan, Ini Penyebabnya 

Sementara yang masih dalam proses pengiriman dari perbankan penyalur adalah sebanyak 745.669 pekerja. Seluruh proses ini dimulai sejak tanggal 24 Agustus 2020.

Berikut sejumlah fakta soal pekerja gagal mendapatkan BLT subsidi gaji seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Minggu (4/10/2020):

1. 2,4 Juta Pekerja Tak Lolos Validasi

Direktur BPJS Ketenagakerjaan Agus Sutanto mengatakan sejak awal pihaknya hanya menerima 14,8 juta rekening penerima yang harus divalidasi sebelum diberikan ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk dicairkan.

Usai divalidasi, hanya ada 12,4 juta rekening pekerja yang tervalidasi, atau tepatnya 12.418.588 rekening. Dia menyebutkan ada 2,4 juta rekening yang tidak bisa diteruskan ke Kemnaker, karena tidak lolos validasi.

"Rekening yang masuk ke kami ada 14,8 juta semenjak dikasih amanah yang targetnya 15,7 juta. Dari rekening itu kita validasi berlapis, mulai dari perbankan, hingga penyesuaian kriteria penerima. Dari jumlah itu hanya ada 12,4 juta rekening yang valid, artinya ada 2,4 juta tak valid," kata Agus dalam video virtual, Kamis (1/10/2020)

2. Penyebab Gagal Dapat BLT

Direktur BPJS Ketenagakerjaan Agus Sutanto menambahkan, dari 2,4 juta rekening yang tidak lolos validasi, 1,8 juta di antaranya tidak memenuhi kriteria penerima bantuan subsidi gaji.

"Dari 2,4 juta, 75% tak sesuai kriteria Permenaker. Misalnya, upahnya di atas Rp5 juta, kemudian kepesertaannya baru tercatat setelah bulan Juni, totalnya ada 1,8 juta," ungkap Agus.

 

3. Tak Ada Perbaikan Data

 

Saat 600.000 rekening lainnya adalah rekening yang dikembalikan oleh BP Jamsostek ke perusahaan untuk diperbaiki datanya. Namun, perbaikannya tak kunjung diterima BP Jamsostek hingga tanggal 30 September, yang merupakan batas akhir pengumpulan rekening.

"25% lainnya, sebanyak 600.000 rekening tidak valid karena gagal konfirmasi ulang. Jadi saat kita kembalikan ke perusahaan untuk perbaikan, sampai kemarin kita belum mendapatkan balikan koreksi tersebut," katanya.

4. Tantangan Salurkan Subsidi Gaji

Penyaluran bantuan subsidi gaji/upah bagi para pekerja ini berjalan dengan baik. Namun begitu, masih ada sejumlah catatan kendala dalam penyaluran subsidi gaji/upah

Beberapa kendala yang dialami adalah adanya duplikasi rekening, rekening sudah tutup, rekening pasif, rekening tidak valid, dan dibekukan. Selain itu, kendala lainnya adanya rekening yang tidak sesuai dengan NIK dan rekening tidak terdaftar.

5. Pekerja Belum Terima Subsidi Gaji Hubungi Pemberi Kerja

Bagi pekerja yang sesuai kriteria penerima subsidi namun hingga saat ini belum mendapatkan subsidi gaji/upah, kami imbau agar berkomunikasi dengan pemberi kerja, khususnya terkait data rekening para pekerja, guna memastikan tidak ada kesalahan dalam pelaporan rekening bank ke BPJS Ketenagakerjaan.

6. Subsidi Gaji Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional

Subsidi gaji atau upah adalah salah satu upaya kita bersama dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, bantuan Pemerintah Berupa Subsidi upah atau gaji hendaknya digunakan untuk membeli kebutuhan primer misalnya sembako atau produk buatan dalam negeri dan UMKM.

 

7. Bantuan Subsidi Gaji Ringankan Kehidupan Rumah Tangga

Bantuan ini dapat meringankan kehidupan rumah tangga para pekerja kita, terutama mereka yang tengah kesusahan akibat pandemi Covid -19. Secara makro, estimasi yang kami lakukan sementara ini menunjukkan, subsidi gaji atau upah dapat mendorong konsumsi rumah tangga sebesar 0,4 – 0,7%.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini