Krisis Ekonomi, Likuiditas Bank Swasta Mengkhawatirkan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 07 Oktober 2020 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 07 320 2289859 krisis-ekonomi-likuiditas-bank-swasta-mengkhawatirkan-hL8y9J1oCe.jpg Likuiditas Bank Swasta Sangat Tertekan Selama Pandemi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Likuiditas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perbankan dinilai lebih stabil dibandingkan bank swasta saat menghadapi tekanan pandemi Covid-19. Stabilitas likuiditas bank pelat merah didukung oleh pemegang saham, dalam hal ini adalah negara.

Financial Institution Ratings Analyst PT Pefindo Hanif Pradipta mengatakan, dari sisi permodalan dalam kategori Bank Umum berdasarkan Kegiatan Usaha (BUKU) I hingga VI, BUMN perbankan paling kuat menghadapi tekanan krisis ekonomi saat ini.

Baca Juga: Marak Kejahatan Digital, Perbankan Dunia Rugi Rp2.547 Triliun

"Dari BUKU I-VI memang bank-bank yang lebih kuat dari sisi modal dan pendanaannya. Dari BUKU III atau IV memang didukung oleh pemegang saham atau BUMN tentu lebih tahan dari dampak pandemi ini," ujar Hanif dalam sesi wawancara dengan IDX Channel, Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Hanif mengatakan, salah satu dorongan pemerintah untuk menyelamatkan tekanan keuangan bank BUMN dengan memberikan relaksasi berupa penempatan dana negara sebesar Rp47,5 triliun kepada empat anggota Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sejak Juni 2020 lalu.

Baca Juga: Bos BI Minta Perbankan Adopsi Open Banking, Apa Itu?

Bank Himbara adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

Bukan saja bank BUMN, Bank Pembangunan Daerah (BPD) pun merupakan salah satu perbankan yang cukup kuat menghadapi pandemi Covid-19. Hanif menilai, penyaluran kredit BPD bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi faktor penguatnya disaat krisis ekonomi melanda saat ini. 

"Tapi yang menarik, kami melihat Bank Pembangunan Daerah yang dimiliki oleh Pemda, karena fokusnya kredit pada ASN atau PNS sehingga dampak Covid-19 tidak terlalu signifikan pada bank BPD," kata dia.

Pemerintah juga telah menambah dua BPD, yakni Bank Sulawesi Barat dengan penempatan dana sebesar Rp1 triliun dan BPD Kalimantan Barat sebesar Rp500 triliun. Penempatan dana ini menggenapi jumlah dana yang ditempatkan pada tujuh BPD sebelumnya dengan nilai Rp11,2 triliun.

Tak hanya itu, rencananya pada 8 Oktober 2020 pemerintah juga akan memberikan tambahan dana ke BPD Sumatera Utara dan BPD Jambi. Dengan demikian, total dana pemerintah yang telah ditempatkan ke BPD dan bank Himbara mencapai Rp61,7 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini