Waskita Bayar Obligasi Rp1,37 Triliun

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 278 2290468 waskita-bayar-obligasi-rp1-37-triliun-1PuoYJ7bk2.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) telah menyelesaikan kewajiban pembayaran obligasi senilai Rp1,37 Triliun secara tepat waktu.

Senior Vice President Corporate Secretary Waskita, Ratna Ningrum mengatakan bahwa dana tersebut sudah efektif masuk di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada (5/10/2020).

Baca Juga: Waskita Karya Jual Tol Becakayu hingga Kanci-Pejagan

"Kami sudah mendapatkan konfirmasi dana efektif dari pihak KSEI, dan selanjutnya akan didistribusikan oleh KSEI kepada para Pemegang Obligasi," ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2020).

Obligasi Waskita yang jatuh tempo pada Selasa, 6 Oktober 2020 adalah Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap I Tahun 2017 Seri A dengan nominal pokok sebesar Rp1,37 Triliun dengan tenor 3 Tahun.

Baca Juga: Laba Bersih Kuartal I-2020 Anjlok Lagi, Ini Penjelasan Waskita Karya

Pada kesempatan terpisah, Ratna menjelaskan dana pelunasan pokok obligasi tersebut bersumber dari kas internal dan fasilitas perbankan Perusahaan. Ratna pun mengatakan bahwa Waskita juga sudah mempersiapkan dana untuk pelunasan obligasi senilai Rp1,15 Triliun yang akan jatuh tempo pada 16 Oktober 2020.

“Dananya akan kami transfer ke KSEI paling lambat tanggal 15 Oktober pukul 14.00 WIB” ungkap dia.

Lebih lanjut Ratna menyampaikan dengan adanya penyelesaian kewajiban tersebut tidak mengganggu likuiditas Waskita di tengah banyaknya ketidakpastian lingkungan bisnis akibat adanya pandemi Covid-19.

"Fokus kami saat ini adalah penguatan kemampuan keuangan melalui percepatan penerimaan termin proyek konstruksi dan pelepasan saham pada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)," ungkap dia.

Ratna pun menyebut bahwa Waskita masih mendapatkan dukungan dari Perbankan khususnya Bank BUMN (Himbara). “Saat ini kami masih memiliki fasilitas kredit bank yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan modal kerja jangka pendek," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini