Tuna Sangihe, Gula Batu dan Bawang Merah Terbang ke Jepang

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 08:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 320 2290233 tuna-sangihe-gula-batu-dan-bawang-merah-terbang-ke-jepang-gx58wGKi0d.jpg Ekspor dari Manado ke Jepang (Foto: Dokumentasi Kadis Perikanan Sulu)

MANADO - Ekspor komoditas langsung dari Bandara Sam Ratulangi, Manado ke Bandara Narita, Jepang terus berlanjut dengan volume yang makin besar dan jenis yang semakin variatif. Antara lain komoditas gula batu dan rempah jenis bawang merah.

Ekspor komoditas itu dilakukan melalui penerbangan langsung (direct call) memakai maskapai penerbangan Garuda Indonesia A 330-200.

Terhitung sudah tiga kali barang-barang hasil pertanian dan perikanan Sulawesi Utara dan daerah lainnya di kawasan Indonesia Timur diekspor ke Jepang.

”Ini yang ketiga kali sejak diluncurkan oleh Pak Gubernur. Kami terus menggalakkan para nelayan dan petani untuk memanfaatkan jalur ekspor ini,” ujar Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulut Tineke Adam usai mengikuti proses pengiriman langsung di Bandara Sam Ratulang, Rabu (7/10/2020).

Baca Juga: Majukan Pertanian dan Ekspor Sulut, Olly Dondokambey Sabet Indonesia Award 2020 

Ekspor perdana ke Jepang dilepas oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey pada Rabu, 23 September 2020 berkenaan dengan HUT Provinsi ke 56. Saat itu komoditas yang diekspor meliputi hasil perikanan senilai USD66.000, ditambah 4,5 ton ikan dari Ambon, serta 100 kg sampel komoditas pertanian Sulut berupa nanas, bawang merah, pala, dan komoditi lainnya.

Adapun ekspor kedua dilepas pada Rabu, 30 September 2020 dengan jumlah yang bertambah. Meliputi komoditas ikan tuna, ikan nila, lobster dengan total 6,1 ton serta sampel pertanian 90 kg.

 Ekspor

Nah, untuk tahap ketiga angkanya bertambah menjadi lebih dari 9,1 ton, naik dibanding sebelumnya sebanyak 6,1 ton lebih. Bahkan varian komoditasnya juga semakin beragam. Selain ikan, juga produk pertanian dari Pulau Sulawesi yang ternyata sangat diminati warga Jepang. Yakni komoditas palm sugar (gula merah) dan bawang merah sebanyak 1,2 ton yang tercatat dalam isi muatan pesawat.

Untuk hasil perikanan, pada ekspor kali ini ada ikan Tuna dari pesisir Tahuna yang mulai ikut partisipasi dalam flight dengan berat kotor 480 kg.

”Saya dapat kabar produk ikan tuna dari Sangihe sudah ikut masuk dalam penerbangan ketiga. Nah ini menggembirakan sekali. Artinya makin terbuka peluang menambah volume ekspor produk perikanan kita,” ujar Gubernur Olly Dondokambey yang menyandang status cuti sebagai peserta Pilkada 2020.

Selain komoditas dari Sulawesi Utara, ada juga barang-barang dari Ambon seberat 3 ton, dan barang-barang dari Makassar, Sulawsai Selatan seberat 800 kg.”Tak hanya produk dari Sulut bahkan daerah lain di Indonesia Timur juga kita fasilitasi. Artinya kita benar-benar sudah bisa buktikan Sulut menjadi hub di Indonesia Timur," jelas Olly Dondokambey.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini