6 Fakta UMKM Diuntungkan dengan UU Cipta Kerja

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 08:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 11 320 2291870 6-fakta-umkm-diuntungkan-dengan-uu-cipta-kerja-RlCATsY8Lc.jpg UU Cipta Kerja Beri Kemudahan UMKM. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Undang-Undang Cipta Kerja menguntungkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pasalnya, regulasi itu akan memangkas segala bentuk perizinan dalam mendirikan sebuah usaha.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan dengan adanya UU Ciptaker akan membuat UMKM kian berkembang. Sebab aturan itu akan memudahkan pebisnis dalam menjalankan usahanya.

"Dengan UU Ciptaker ini mencoba menjawab berbagai persoalan utama, misalnya akses pembiayaan, pasar, perizinan, dan pengembangan usaha, termasuk juga supply chain. Kami yakin ini bisa mendorong UMKM semakin digdaya," kata Teten dalam diskusi virtual.

Dirangkum Okezone, Senin (12/10/2020), berikut fakta UMKM kian untung di UU Cipta Kerja:

1. Kemudahan Perizinan

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut undang-undang (UU), memberikan banyak peluang bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berkembang lebih besar.

Selain kemudahan perizinan, UU Ciptaker juga menjadi landasan bagi pemerintah untuk memberi dukungan bagi UMKM melalui pengembangan klaster, penyediaan lahan, aspek produksi, infrastruktur, pemasaran, digitalisasi, kemitraan.

2. Semakin Besar UMKM Serap Tenaga Kerja

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, mengatakan dalam UU Cipta Kerja tersebut adalah semakin besarnya kemampuan UMKM dalam penyerapan tenaga kerja.

Hal ini tercantum dalam Pasal 86, 90 dan 91, dengan diberikannya kemudahan dalam berusaha, dan diharapkan dapat menyerap tenaga kerja, serta kemudahan untuk memaksimalkan potensi start-up lokal.

3. Sertifikasi Halal Tak Lagi Dibebankan Biaya

Menurut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, kemudahan UMKM di UU Cipta Kerja ini yakni ketika pengusaha ingin mengurus sertifikasi halal tak lagi dibebankan biaya.

"Salah satu contoh sertifikasi halal. Sekarang kita gratiskan, pemerintah yang menanggung," ujarnya.

4. UMKM Tidak Lagi Terbentur Keribetan Birokrasi

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut berbagai masalah yang kerap menimpa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga dapat terselesaikan. Dia memastikan bahwa pelaku UMKM tak akan lagi terbentur dengan segala bentuk keribetan birokrasi.

"Kemudian juga BPOM yang juga banyak masalah kita coba selesaikan. Termasuk pendirian usaha, sekarang selain bisa lewat daring bisa juga mendaftar langsung, tidak kita persulit," kata dia.

5. Keringanan Biaya Bagi Pelaku UMK

Menurut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Pasal 92 mengenai adanya insentif keringanan biaya bagi pelaku UMK, dan tercantum juga di Pasal 98 mengenai adanya pelatihan dan pendampingan terkait pencatatan keuangan.

Pemberian penguatan dan proteksi bagi pelaku UMK dalam persaingan dengan usaha besar tercantum dalam Pasal 96 (tentang penyediaan layanan bantuan & pendampingan hukum untuk UMK), 99, 100, dan 101. Sedangkan adanya penguatan pelaku usaha tercantum pada pasal 102 dan 104.

"Pengajuan pinjaman oleh UMKM tidak lagi harus dengan jaminan aset, tapi kegiatan usaha dapat dijadikan jaminan kredit program. Ini tercantum dalam Pasal 93," ungkap dia.

6. Kemudahan Dalam Berkoperasi

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut keuntungan lain di UU Cipta Kerja yaitu kemudahan dalam berkoperasi. Bagi koperasi, kini Koperasi Primer dapat dengan mudah dibentuk dengan paling sedikit 9 orang, dan koperasi sekunder dapat dibentuk dengan paling sedikit 3 Koperasi Primer.

"Sehingga, mendirikan koperasi bagi start-up dan kaum muda akan lebih mudah, dan dapat memperluas kegiatan koperasi. Itu disebut di Pasal 86 Angka 1," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini