BI Diperkirakan Tahan Suku Bunga di Level 4,0%

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 320 2292791 bi-diperkirakan-tahan-suku-bunga-di-level-4-0-1QZM8QpHBz.jpg BI Umumkan Hasil RDG Hari Ini. (Foto: Okezone.com/Bank Indonesia)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 4,0%. Hal tersebut akan diumumkan usai Rapat Dewan Gubernur BI hari ini.

Ekonom Josua Pardede mengatakan, BI mempertimbangkan tingginya ketidakpastian eksternal yang masih mendorong keluarnya dana asing di pasar keuangan negara berkembang terkait tambahan stimulus fiskal AS, pemilihan presiden AS, pemulihan ekonomi domestik serta penanganan Covid-19 di dalam negeri.

Baca Juga: Bunga Bank Bakal Turun? Ini Kata Bos BI

"Volatilitas nilai tukar Rupiah cenderung meningkat khususnya pada akhir September hingga awal Oktober," kata Josua, di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Sementara itu, investor asing masih membukukan net sell di pasar saham meskipun kepemilikan investor asing pada SBN cenderung meningkat dalam sebulan terakhir ini. Di samping itu, mempertimbangkan aktivitas ekonomi khususnya sisi permintaan yang masih lemah terindikasi dari rendahnya inflasi tahunan yang dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat yang terbatas apalagi setelah pemda DKI memberlakukan PSBB sejak pertengahan September hingga awal Oktober.

"Penurunan suku bunga kebijaan BI saat ini belum akan terlalu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi yang lebih signifikan mengingat perilaku konsumsi masyarakat yang masih dipengaruhi oleh perkembangan kasus Covid-19 di dalam negeri," katanya.

Baca Juga: Jelang Resesi, Bos BI: Perbaikan Ekonomi Kuartal III Berjalan Pelan

Dia menambahkan, penurunan suku bunga acuan BI sebesar 100 bps sejak awal tahun ini belum berimplikasi pada peningkatan permintaan kredit perbankan.

"Oleh sebab itu, BI masih akan mempertahankan suku bunga kebijakannya dan mengoptimalkan kebijakan quantitative easing serta bauran kebijakan lainnya untuk mendorong stabilitas nilai tukar Rupiah," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini