Harga Rumput Laut Anjlok 50%, Petani Menjerit

Eman Suni, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 09:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 320 2292951 harga-rumput-laut-anjlok-50-petani-menjerit-XyG78pZy2J.jpg harga Rumput Laut Turun. (Foto: Okezone.com/Mongabay)

KUPANG - Sepi pembeli, petani rumput laut di Desa Tablolong Nisa Tenggara Timur merugi hingga puluhan juta Rupiah. Kondisi ini disebabkan karena harga jual yang kian merosot akibat pandemi Covid-19.

Sejumlah masyarakat pembudidaya rumput laut di Desa Tablolong kini menjerit. Pasalnya, nilai jual rumput laut menurun hingga 50%, dan dari semula seharga Rp24.000 menjadi Rp15.000 per kilonya.

Baca Juga: Menko Airlangga Minta Petani Saling Integrasi biar Untung

Petani Budidaya Rumput Laut Thamar Doroh Leneng mengatakan, walau kerugian yang dialami mencapai puluhan juta Rupiah pada sekali panen setiap 5 bulan, sejumlah petani rumput laut memilih tetap untuk bertahan karena tidak ada pilihan lain untuk mencari sumber penghasilan.

Sebelum adanya Covid-19, masyarakat di Desa Tablolong disibukkan dengan begitu banyaknya orderan baik dari perusahaan pengepul maupun toko-toko yang memproduksi berbagai produk dari olahan rumput laut.

Baca Juga: Kurang Optimal, Jokowi Dorong Pengembangkan Korporasi Petani-Nelayan

"Kondisi tersebut jelas sangat membantu pendapatan ekonomi keluarga para petani, terutama untuk biaya sekolah anak-anaknya," ujarnya dikutip dari iNews, Rabu (14/10/2020).

Bagi masyarakat Tablolong, budidaya rumput laut merupakan sumber pendapatan utama bagi keluarga sejak dahulu. Namun tak disangka, saat ini masyarakat pesisir pantai Tablolong justru hanya menggantungkan harapan bagi uluran tangan pemerintah agar turut membantu membuka pasar, sehingga hasil panen rumput laut dapat tetap dijual.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini