Merger Bank Syariah BUMN Ditarget Rampung Februari 2021

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 320 2293020 merger-bank-syariah-bumn-ditarget-rampung-februari-2021-B1mApGyWOm.jpg Bank Syariah Merger (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Syariah anak usaha BUMN akan segera digabungkan menjadi satu perusahaan merger. Sebagai langkah awal, ketiga bank ini telah melakukan penandatangan Conditional Merger Agreement (CMA) Bank BUMN Syariah, Selasa (13/10/2020).

Ketua Tim Project Management Office (PMO) sekaligus Wakil Direktur Bank Mandiri Herry Gunardi menyatakan, setelah CMA, pembahasan lebih detail mengenai rencana merger ini akan dilakukan pada minggu ketiga bulan Oktober.

"Tanda tangan CMA ini baru mulai ya, belum merger, ini langkah awal, baru di gerbang prosesnya masih panjang. Minggu ketiga bulan Oktober akan ada rencana pembahasan plan, lalu urus izin ke OJK, regulator pasar modal. Diharapkan Februari 2021 baru terjadi little merger, di situ sebenarnya secara resmi terjadi merger," kata Herry dalam konferensi pers virtual, Selasa (13/10/2020).

Herry menjelaskan, saat ini, total aset ketiga bank syariah yang hendak dimerger tersebut mencapai Rp214,6 triliun. Dengan posisi aset yang bakal lebih kuat, pihaknya optimis bank merger ini bisa masuk top 10 bank besar di Indonesia.

 Perkembangan Perbankan Syariah di Tanah Air

Lanjutnya, niat pembentukan ini didasarkan atas arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang ingin agar BUMN dapat meningkatkan core competentnya.

"Indonesia adalah negara dengan populasi muslim yang besar di dunia. Harapannya kita bisa memiliki bank syariah yang besar dan bisa bersaing di kancah global," ujar dia.

Herry juga memastikan operasional 3 bank dalam proses merger tetap berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan nasabah. Dia juga memastikan tidak akan melakukan pengurangan atau bahkan pemecatan karyawan imbas penggabungan bank-bank ini.

"Kami mohon doa dan dukungan untuk proses bersejarah lahirnya bank syariah terbesar di Indonesia. Kami ajak seluruh karyawan untuk berdoa dan mendukung proses ini," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini