Industri Otomotif Lesu, Aturan Pajak Mobil 0% Mendesak

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 320 2293496 industri-otomotif-lesu-aturan-pajak-mobil-0-mendesak-UR4jXvZl64.jpg Aturan Pajak Mobil 0% Mendesak. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian mendorong percepatan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru sebesar 0% atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB).

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin Taufiek Bawazier, menilai realisasi insentif PPnBM untuk mobil baru bersifat mendesak.

Baca Juga: DP Mobil 0%, Gaikindo: Belum Tentu Penjualan Naik

"Kita ingin menstimulus pasar sekaligus mendorong pertumbuhan sektor otomotif yang kian lesu terdampak pandemi Covid-19," ujar Taufiek dalam diskusi virtual, Rabu (14/10/2020).

Dia melanjutkan, Kementerian Keuangan tidak terlalu lama mengeluarkan PPnBM. Adapun, pajak 0% untuk mobil bisa dikeluarkan pada Desember 2020.

Baca Juga: Pajak Mobil 0% Bisa Selamatkan 1,5 Juta Pekerja Otomotif dari PHK

"Dan kita minta sampai Desember (2020) saja, untuk diungkit sementara. Ini yang menjadi bagian kita untuk upaya recovery," katanya.

Menurutnya, hal ini tercermin dari tingkat utilisasi industri otomotif yang terus anjlok dalam beberapa waktu terakhir. Menyusul turunnya permintaan akan produk otomotif selama pandemi Covid-19 berlangsung, khususnya dari kalangan kelas menengah.

"Membangkitkan demand sebagai penggerak menjadi syarat utama, sehingga kelas menengah uangnya tidak di taruh di bank. Akan tetapi untuk beli mobil karena ada relaksasi insentif berupa apakah 0% atau paling tidak memberikan upaya baru untuk membuka demand sektor otomotif. Berarti utilisasi industri tumbuh industri itu akan tumbuh," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini