Neraca Dagang RI Surplus dengan AS tapi Tekor Lawan China

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 320 2294033 neraca-dagang-ri-surplus-dengan-as-tapi-tekor-lawan-china-q2MmbV8kqY.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan neraca perdagangan Indonesia berhasil surplus. Terutama dengan Amerika Serikat (AS), India, dan Filipina. Namun demikian, masih defisit dengan China, Ukraina, dan Brasil.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan nilai surplus ini dikarenakan ekspor Indonesia lebih besar dibandingkan dengan impornya. "Berdagang dengan AS masih mengalami surplus USD1,08 miliar. Karena ekpsor kita ke USD1,6 miliar dan impor USD607 juta. Dengan India kita juga surplus USD562,5 lalu dengan Filipina kita surplus USD491,2 juta. Tapi sama Tiongkok kita defisit USD 879,2 juta. Dengan Ukraina defisit USD140,1 juta dan Brasil USD 119,3 juta," kata Suhariyanto dalam video virtual, Kamis (15/10/2020).

 Baca juga: 5 Kali Berturut, Neraca Dagang September Surplus USD2,44 Miliar

Sebagai informasi,Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang pada September 2019 mengalami surplus mencapai USD2,44 miliar. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan surplus ini sudah berlangsung selama lima bulan berturut-turut sejak bulan Mei 2020.

Adapun, nilai ini diperoleh dari posisi ekspor USD14,01 miliar yang lebih tinggi dibandingkan impor yang mencapai USD11,57 miliar selama September 2020.

 Baca juga: Neraca Dagang September Diproyeksi Surplus USD2,33 Miliar

Selain itu, surplus neraca perdagangan selama lima bulan jika dirinci mulai bulan Mei 2020 surplus USD2,1 miliar, lalu Juni surplus USD1,27 miliar, berlanjut Juli surplus USD3,26 miliar, Agustus surplus USD2,33 miliar, dan September 2020 surplus USD2,44 miliar.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini