Geber Penerimaan Pajak, Menkeu Ajak Asing Bersatu

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 320 2294266 geber-penerimaan-pajak-menkeu-ajak-asing-bersatu-JH79Wm9ZLO.jpg Sri Mulyani (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pendapatan pajak sangat penting. Pasalnya, tidak hanya untuk ekonomi negara berkembang tetapi lebih banyak lagi.

Untuk itu, Indonesia sangat mendukung upaya untuk mencapai solusi berbasis konsensus global yang efisien, sederhana, adil, dan transparan untuk meminimalkan distorsi, sebagai akibat dari pemanfaatan kesenjangan antara transformasi teknologi dan regulasi perpajakan yang ada. Adapun, Indonesia akan terus mendukung dan terlibat aktif dalam diskusi untuk mencapai konsensus global.

 Baca juga: Industri Otomotif Lesu, Aturan Pajak Mobil 0% Mendesak

“Hal ini penting tidak hanya karena fakta bahwa konsensus akan diperlukan dalam profiling perpajakan yang adil tetapi yang lebih penting tahun depan sangat penting bagi hampir semua dari kita yang berusaha untuk pulih dari keterpurukan ekonomi terutama dengan kesinambungan fiskal yang masih dalam kondisi sulit, sehingga kita perlu memungut lebih banyak pajak tanpa membahayakan pemulihan ekonomi,” jelas Menkeu di Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Indonesia sangat mendukung kerjasama perpajakan internasional, termasuk transparansi perpajakan dengan keluarnya informasi yang dapat disampaikan dan peningkatan kapasitas di bidang perpajakan serta kepastian perpajakan dalam penyelesaian sengketa. Pemerintah ingin mengundang komunitas yang lebih luas untuk mendapatkan manfaat yang sama.

 Baca juga: Tidak Ada Tenaga Kerja Asing Bebas Pajak

“Saya mengundang Anda semua untuk bekerja sama karena kami setuju bahwa tantangan perpajakan ekonomi digital membutuhkan upaya global kolektif. Indonesia mendukung komitmen kerjasama global untuk terus mendorong regulasi yang efektif dan memperkuat pengawasan lintas yuridiksi terkait titik stabil global pada stabilitas keuangan. Kami mendukung untuk terus memantau perkembangan yang stabil dengan inovasi kreatif dan mengembangkan stabilitas keuangan," katanya.

Pemerintah juga menyambut baik rencana aksi inklusi keuangan G20 (tahun) 2020 sebagaimana diketahui pandemi covid sangat membuat kesulitan bagi banyak UKM. Mempromosikan penggunaan teknologi inovatif yang bertanggung jawab untuk menjangkau kelompok yang sulit mengakses finansial akan menjadi sangat penting termasuk dalam proses pemulihan perekonomian.

“Kami juga mendapat pengetahuan mengenai dampak pandemi di sektor keuangan yang perlu dipelajari lebih lanjut. Saya mengusulkan untuk kolaborasi lebih lanjut dan memberikan rekomendasi yang diperlukan tentang tindakan yang dapat dilakukan oleh yang menangani dampak pandemi pada sektor keuangan,” tutup Menkeu.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini