Ada Ceceran Minyak di Laut, Begini Kata Pertamina

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 320 2294300 ada-ceceran-minyak-di-laut-begini-kata-pertamina-sbYvNApZcO.jpg Ceceran Minyak (Foto: Dok PHE)

JAKARTA - Merespons laporan ceceran minyak mentah yang muncul di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, anak usaha Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) dan Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) melakukan pengecekan sejumlah fasilitas yang berada di Perairan Kepulauan Seribu.

Corporate Secretary PHE Whisnu Bahriansyah menyampaikan, setelah mendapatkan informasi, PHE langsung melakukan pantauan udara untuk mengecek kondisi perairan Kepulauan Seribu.

"Dari pantauan udara per tanggal 14 Oktober 2020, tampak sejumlah titik oil spill di sekitar Pulau Panggang, dan Pulau Pramuka. Titik oil spill juga ditemukan pada jalur pipeline fasilitas Zulu – Papa milik PHE ONWJ," katanya di Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Baca Juga: Fakta di Balik Tumpahan Minyak Pertamina hingga Kebakaran Kilang 

Whisnu menambahkan, meski belum diketahui asal sumber spill, namun PHE ONWJ bergerak cepat mengirimkan sejumlah kapal untuk mendekat ke titik-titik spill, untuk melakukan upaya pembersihan menggunakan fishcone sehingga oil spill tidak mendekat ke arah pulau.

“Kami secara proaktif berkoordinasi dengan stakeholders terkait, dalam hal ini adalah masyarakat pulau Panggang & Pulau Pramuka, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, KSOP Kepulauan Seribu, Taman Nasional Kepulauan Seribu dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu," katanya.

Secara paralel, PHE ONWJ juga telah mematikan aliran produksi dari fasilitas Zulu sejak jam 17.00 WIB untuk sementara waktu, sambil melihat kondisi perairan besok pagi.

Sementara itu, PHE OSES juga aktif melakukan pengecekan fasilitas di Central Business Unit (CBU) dan sekitar Zelda Platform untuk memastikan apakah ada kebocoran pipa atau tidak.

Tim PHE berkordinasi dengan stakeholder untuk melakukan pembersihan serta mensupport peralatan yang dibutuhkan dan pengangkutan limbah utk dikelola lebih lanjut.

Whisnu menegaskan, bila memang hasil laboratorium menunjukkan adanya hubungan dengan kejadian, maka Pertamina Hulu Energi tentunya peduli dan bertanggung jawab atas dampak yang dialami masyarakat serta lingkungan dengan sebaik- baiknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini