Daftar Kendala yang Bikin Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang Mangkrak

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 19:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 320 2294337 daftar-kendala-yang-bikin-tol-kelapa-gading-pulo-gebang-mangkrak-XQNp553IpD.jpg Jalan Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang (Foto: Taufik Fajar/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan Jalan Tol Layang Dalam Kota Kelapa Gading-Pulo Gebang pada Juni 2021. Pembangunan tersebut dibangun 2017 lalu dan seharusnya rampung pada tahun lalu.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja menyebut ada beberapa kendala yang meenyebabkan penyelesaian pembangunan tol itu selesai di 2021. Seperti pembebasan lahan tambahan, relokasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT-150 kV), dan utilitas-utilitas lainnya.

 Baca juga: 6 Ruas Jalan Tol Layang Dalam Kota Ditarget Rampung 2021

Kemudian, lanjut dia, ada pipa gas, pipa air bersih, saluran kabel tegangan menengah, dan saluran sistribusi/ jaringan tegangan rendah. Beberapa utilitas dimaksud berada pada lahan yang belum bebas tersebut.

"Jadi pembebasan lahan yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR sejak tahun 2017 dapat diselesaikan 100% pada bulan September 2019. Sedangkan untuk pembersihan lapangan dan pembongkaran bangunan ditargetkan selesai pada akhir bulan Oktober 2020," ujar dia di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (15/10/2020).

 Baca juga: Konstruksi Jalan Tol Layang Kelapa Gading-Pulo Gebang Capai 71%

Dia menjelaskan pelaksanaan konstruksi ruas tol Kelapa Gading - Pulo Gebang juga harus menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang padat dan prinsip kehati-hatian yang tinggi karena berada di tengah bangunan gedung yang padat dengan waktu kerja yang relatif sempit.

"Kami pun ingin memastikan keberlanjutan kegiatan usaha di sepanjang koridor tol," ungkap dia.

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal Maret 2020 serta diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta turut mempengaruhi kecepatan pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan, dimana kontraktor bekerja dengan sumber daya manusia yang dibatasi untuk memenuhi prinsip physical dan social distancing, baik di lapangan maupun di mess pekerja

Atas keterlambatan rencana penyelesaian jalan tol tersebut yang menimbulkan ketidaknyamanan dan gangguan aktifitas masyarakat di sekitar kawasan Kelapa Gading hingga Pulo Gebang , Kementerian PUPR beserta PT Jakarta Tollroad Development (JTD) mengajak semua pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi.

"Sehingga pembangunan jalan tol ini dapat diselesaikan sesuai target waktu dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk masyarakat luas," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini