Konstruksi Jalan Tol Layang Kelapa Gading-Pulo Gebang Capai 71%

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 320 2294149 konstruksi-jalan-tol-layang-kelapa-gading-pulo-gebang-capai-71-W9BX6B5FoJ.jpg Jalan Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang (Foto: Taufik Fajar/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Layang Dalam Kota Jakarta atau sering disebut dengan 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional.

Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No 56 Tahun 2018. 6 ruas jalan tol sepanjang 69,77 Km tersebut akan mengadopsi konstruksi jalan layang yang terintegrasi dengan transportasi umum Bus Rapid Transit (BRT). Pembangunan jalan tol tersebut diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan di dalam kota Jakarta.

 Baca juga: 8 Fakta Tol Manado-Bitung, Terpanjang di Sulut hingga Tarik Investasi

Pembangunan jalan tol tahap 1 dengan nilai investasi sebesar Rp20,7 triliun memiliki total panjang 31,1 km yang terdiri dari Seksi A yaitu Kelapa Gading – Pulo Gebang sepanjang 9,3 km, Seksi B (ruas Semanan-Grogol) sepanjang 9,5 km dan Seksi C (ruas Grogol-Kelapa Gading) sepanjang 12,4 km.

Untuk seksi A, ruas Tol Kelapa Gading – Pulo Gebang pembangunannya dimulai sejak Februari 2017 kini progresnya mencapai 71% dengan sisa pekerjaan struktur pilar sebesar 90 buah pilar dari total 384 buah pilar. Seksi A direncanakan selesai dalam waktu 30 bulan, namun ditemukan beberapa kendala pelaksanaan antara lain pembebasan lahan tambahan, relokasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT - 150 kV), dan utilitas-utilitas lainnya, seperti Pipa gas, Pipa air bersih, Saluran Kabel Tegangan Menengah, dan Saluran Distribusi/ Jaringan Tegangan Rendah. Beberapa utilitas dimaksud berada pada lahan yang belum bebas tersebut.

 Baca juga:  Jalan Tol Pertama di Sulawesi Utara Resmi Beroperasi, Gratis 2 Minggu

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan bahwa pelaksanaan konstruksi ruas tol Kelapa Gading - Pulau Gebang juga harus menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang padat dan prinsip kehati-hatian yang tinggi karena berada di tengah bangunan gedung yang padat dengan waktu kerja yang relatif sempit.

"Pada dasarnya kami pun ingin memastikan keberlanjutan kegiatan usaha di sepanjang koridor tol," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10/2020).

Pembebasan lahan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR melalui Tim Pengadaan Tanah yang dilaksanakan dengan menggunakan dana APBN, termasuk tanah-tanah yang menjadi kewajiban dari Pemilik Lahan untuk diserahkan sebagai Fasilitas Umum (Fasum) ke Pemprov DKI Jakarta untuk pelebaran Jalan Arteri.

Pembebasan lahan yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR sejak tahun 2017 dapat diselesaikan 100% pada bulan September 2019. Sedangkan untuk pembersihan lapangan dan pembongkaran bangunan ditargetkan selesai pada akhir bulan Oktober 2020.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini