Dapat Utang IMF, Sri Mulyani: Bertahan dari Krisis

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 320 2294643 dapat-utang-imf-sri-mulyani-bertahan-dari-krisis-faSUUCnfTE.jpg Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)

JAKARTA - Lembaga keuangan Internasional seperti International Monetary Fund (IMF) memberikan pembiayaan kepada negara terdampak pandemi virus corona. IMF juga memberikan pembiayaan untuk negara miskin dan berkembang.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, pinjaman itu memiliki mekanisme untuk memastikan bahwa utangnya akan dipinjam dengan benar. Adapun, pentingnya Debt Service Suspension Initiative (DSSI) sebagai tanggapan atas seruan Bank Dunia dan IMF untuk memberikan penangguhan pembayaran utang kepada negara miskin untuk membantu mereka dalam mengantisipasi dampak pandemi Covid- 19.

“Saya tidak akan bersikap skeptis, pada saat yang sama banyak dari negara ini sangat membutuhkan dukungan sehingga DSSI yang sekarang sedang dibahas di G20 akan menjadi salah satu inisiatif, di mana masyarakat internasional harus melihat beban utang terutama di negara miskin sehingga mereka tidak hanya mampu bertahan dari krisis ini tetapi juga pulih ke jalur pertumbuhan mereka," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Baca Juga: Utang Luar Negeri RI Diprediksi Lampaui Turki, Ini Hitung-hitungannya

Kemudian, hadirnya vaksin Covid-19 menurutnya tidak akan menjadi akhir dari tantangan ke depan. Sebagai contoh, Sri Mulyani menyebut distribusi dan pemberian vaksin ke 267 juta penduduk Indonesia merupakan tantangan setelah vaksin Covid-19 ditemukan.

“Kami saat ini bekerja sama dengan setidaknya empat perusahaan di seluruh dunia agar mendapatkan batch pertama vaksin. Jadi, saya lebih optimis dari sisi vaksin tetapi tentunya ini tidak akan menjadi akhir dari tantangan karena kita juga memvaksinasi. Jadi, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di luar sisi pembiayaan," sebut Menkeu.

Lebih lanjut, Sri Mulyani berharap negara lain mengambil langkah yang sama mengenai kebijakan perubahan iklim. Menurutnya, ekonomi dapat terus tumbuh tanpa emisi karbon dengan stimulus fiskal atau insentif untuk proyek yang lebih hijau dan terbarukan.

“Ini semua yang sedang dilakukan Indonesia. Jadi, kami menggunakan krisis ini agar kami dapat mentransformasi ekonomi. Saya berharap negara-negara lain juga mengambil langkah yang sama," tandasnya.

Rupiah Melemah di Angka Rp14.777/USD

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini