Penerimaan Pajak Minus 13,61%, Sri Mulyani: Tiap Ada PSBB

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 320 2295906 penerimaan-pajak-minus-13-61-sri-mulyani-tiap-ada-psbb-JbTUTy0WAh.jpg Pajak (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTAPenerimaan pajak tercatat mengalami penurunan semenjak pandemi covid-19. Penerimaaan pajak minus hingga 13,61%.

Dalam catatan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) secara neto hingga akhir September 2020 masih mengalami kontraksi 13,61% akibat pandemi virus Covid-19.

Baca juga: Maaf, Sri Mulyani Tak Restui Pajak Mobil 0%

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi penerimaan PPN dan PPnBM hingga akhir September 2020 hanya senilai Rp290,33 triliun, atau 57,21% dari target dalam Perpres 72/2020 senilai Rp507,5 triliun. Hal ini seiring masih adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Tahun lalu PPN dan PPnBM sudah minus 4,39%, dan saat ini [terkontraksi] 13,61%," katanya dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual, Senin (19/10/2020).

Baca Juga: Kacau, Penerimaan Pajak Sektor Usaha Seret

Kata dia pemerintah juga perlu waspada jika sewaktu-waktu kebijakan PSBB kembali diberlakukan. Pasalnya kebijakan tersebut telah terbukti memberikan tekanan pada penerimaan pajak.

"Dari penerimaan pajak tren hijau itu ada perbaikan setelah Juli terdalam kontraksinya. Tren sesuai harapan menuju perbaikan ekonomi namun tetap waspada setiap ada PSBB kelihatan sekali pajak langsung tekanan," ungkapnya.

 

Saat ini, penerimaan PPN dalam negeri hingga September 2020 masih terkontraksi 9,42%, sedangkan pada periode yang sama 2019 terkontraksi 3,26%. Pada September 2020 saja, penerimaan PPN dalam negeri terkontraksi 26,66%.

Sedangkan, penerimaan PPN impor hingga September 2020 tercatat mengalami kontraksi 17,97%, jauh lebih dalam dibanding kontraksi hingga September 2019 yang minus 6,15%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini