Dalam kesempatan itu, Bambang juga mengatakan, pengembangan Vaksin Merah Putih tetap relevansi dengan kebutuhan, meski di saat yang bersamaan pemerintah terus mengimpor ratusan juta vaksin Covid-19 dari perusahaan farmasi asal luar negeri. Karena itu, produksi Vaksin Merah Putih diprioritaskan untuk jangka menengah-panjang.
"Vaksin Merah Putih tetap relevan, kemungkinan besar vaksin dari manapun tidak akan bertahan seumur hidup, misal divaksin 2021, ada kemungkinan 2022 dan 2023 divaksin lagi, maka vaksin merah putih kami dikondisikan untuk jangka menengah panjang," ujar Bambang saat Webinar HUT ke-56 Partai Golkar secara virtual, Selasa (20/10).
Vaksin buatan anak bangsa juga dinilai tetap diperlukan mengingat besarnya jumlah penduduk Indonesia. Kehadiran vaksin ini, kata Bambang, merupakan upaya pemerintah agar tidak terus menerus bergantung pada vaksin impor untuk jangka panjang.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.