Naik 1%, Harga Emas Dibanderol USD1.926/Ounce

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 07:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 320 2297575 naik-1-harga-emas-dibanderol-usd1-926-ounce-XUXqg33ddA.jpg Harga Emas Naik. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas naik 1% ke level tertinggi dalam perdagangan seminggu terakhir, karena optimisme investor terhadap paket baru penanganan virus corona AS. Stimulus tersebut segera diumumkan sebelum Pemilihan Presiden pada 3 November 2020.

Menguatnya harga emas seiring tertekannya dolar AS. Hal ini mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadal inflasi.

Baca Juga: Harga Emas Antam Mulai Melaju, Naik Rp4.000 Dibanderol Rp1.012.000/Gram

Spot emas melonjak 1,1% menjadi USD1.926,46 per ounce. Sedangkan emas berjangka AS naik 0,8% menjadi USD1.931.

“Nancy Pelosi (Ketua DPR AS) memiliki tenggat waktu memutuskan stimulus baru. Mengetahui hal itu, orang berpikir kesepakatan akan selesai dalam waktu dekat, jadi mereka mulai mengakumulasi emas," kata Kepala Investor Global AS Michael Matousek, dilansir dari CNBC, Kamis (22/10/2020).

Baca Juga: Harga Emas Tetap Dibanderol Rp1.008.000/Gram

Saat ini emas pun dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, penurunan nilai mata uang dan ketidakpastian ekonomi.

“Apa yang akan membuat permintaan untuk mendorong emas lebih tinggi? Ini adalah stimulus lanjutan. Berlanjutnya suku bunga negatif membuat orang-orang khawatir tentang lonjakan infeksi Covid, sehingga emas dianggap sebagai tempat yang aman,” ujar Matousek.

Selain itu, harga perak naik 2% menjadi USD25,14 per ounce, platinum naik 2% menjadi USD888,41 dan paladium naik tipis 0,2% menjadi USD2,402,58.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini