Tidak Main-Main, Kerugian Akibat Investasi Bodong Capai Rp92 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 320 2297714 tidak-main-main-kerugian-akibat-investasi-bodong-capai-rp92-triliun-HwMuZ1FdKh.jpg Kerugian Investasi Bodong Triliunan Rupiah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Satgas Waspada Investasi melakukan penanganan pencegahan terhadap praktik investasi ilegal yang ada di Tanah Air. Pasalnya, para pelaku menawarkan investasi ilegal yang sangat merugikan masyarakat.

Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK sekaligus Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengatakan, kerugian yang ditimbulkan akibat investasi bodong atau ilegal jumlahnya tidak main-main dalam 10 tahun terakhir.

Baca Juga: 155 Fintech Pinjol Resmi, Berikut Daftarnya

"Kalau kita lihat kerugian investasi bodong selama 10 tahun terakhir ini mencapai Rp92 triliun, ini merupakan suatu angka yang tidak sedikit tentunya dan kami menganggap bahwa kegiatan investasi bodong ini adalah kegiatan kejahatan karena bagaimana pun juga tidak pernah ada masyarakat yang diuntungkan dari investasi-investasi ilegal ini," ujar Tongam dalam acara Seminar Capital Market Summit And Expo 2020, Kamis (22/10/2020).

Dia menambahkan, perkembangan investasi ilegal yang ditangani oleh Satgas Waspada Investasi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Di tahun 2017 ada 79 entitas investasi ilegal, tahun 2018 ada 106 entitas investasi ilegal dan 404 fintech lending ilegal.

Baca Juga: Produk Pinjol di Indonesia Lampaui Negara Lain, Awas Ditipu

"Di 2019 ada 442 entitas investasi ilegal dan tahun ini sampai September sudah 195 entitas investasi ilegal yang dihentikan Satgas disamping ada 75 entitas gadai ilegal dan 820 entitas fintech lending ilegal," katanya.

Jika dilihat dari beberapa kasus yang terjadi seperti yang dilakukan Pandawa Group dan First Travel merupakan kejadian yang terus berulang, dan Tongam menilai tidak ada suatu pelajaran bagi masyarakat terkait investasi bodong ini.

"Terakhir kita melihat ada memiles di Surabaya yang diputus bebas oleh pengadilan negeri di Surabaya ini menjadi menarik karena apa? kegiatan ini tidak ada izin dan menjanjikan imbal hasil yang sangat tinggi," ucapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini