Bank Syariah BUMN Hasil Merger, Wapres: Mampu Bersaing di Global

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 320 2298303 bank-syariah-bumn-hasil-merger-wapres-mampu-bersaing-di-global-yvVb3Rb8Rv.jpg Wapres Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut marger tiga bank syariah milik negara segera dilakukan. Diharapkan merger ini beroperasi mulai Februari 2021.

Menurutnya, dengan penggabungan tiga bank syariah tersebut nantinya total aset yang dimiliki mencapai Rp225 triliun. Aset tersebut diperkirakan akan terus tumbuh yang mana pada 2025 diperkirakan mencapai Rp390 triliun.

Baca Juga: Simak Kekuatan Besar Bank Syariah BUMN Hasil Merger

Tak hanya itu, bank syariah ini juga akan memiliki kantor cabang sebanyak 1.200 di seluruh Indonesia. Dengan aset tersebut diharapkan marger ini bisa kompetitif baik di dalam negeri maupun global.

“Dengan bergabungnya ketiga Bank Syariah tersebut maka nantinya total aset yang dimiliki besarnya sekitar Rp225 triliun dengan 1.200 kantor cabang di seluruh pelosok tanah air. Diperkirakan pada 2025 asetnya akan mencapai Rp390 triliun sehingga mampu bersaing secara kompetitif di tingkat nasional, regional, maupun global,” ujarnya kepada media, Jumat (23/10/2020).

Ma’ruf meyakini, dengan marger ini bank syariah juga akan memiliki kekuatan dan kemampuan yang besar dalam menciptakan bisnisnya. Serta, berpotensi menjadi 10 Bank Syariah teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar.

“Bank Syariah baru ini diharapkan akan memiliki kemampuan yang besar dalam menciptakan peluang bisnisnya, dan menjadi pemain penting dalam sukuk global, serta berpotensi menjadi 10 Bank Syariah teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar,” jelasnya.

Baca Juga: Merger Bank Syariah BUMN Efektif 1 Februari 2021

Meskipun marger, namun Ma’ruf menyebut tidak akan berpengaruh pada nasib karyawan ketiga bank tersebut. Karena tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam marger bank syariah milik negara tersebut

“Penggabungan ini direncanakan tanpa adanya pemutusan hubungan kerja bagi karyawan dari ketiga bank tersebut,” ucapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini