Kronologi Hotel Sultan Tak Lagi Aset Negara dan Hotel Mulia Nyaris Kandas

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 29 Oktober 2020 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 29 470 2301223 kronologi-hotel-sultan-tak-lagi-aset-negara-dan-hotel-mulia-nyaris-kandas-lWo9HZ8gMG.jpg Ilustrasi Hotel (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Indonesia banyak kehilangan aset negara. Lantaran, buruknya pembukuan atau neraca keuangan negara di masa lalu.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan aset negara yang banyak dikelola swasta. Salah satunya adalah Hotel Sultan yang sekarang dikelola oleh swasta. Padahal sebelumya, Hotel Sultan yang dulunya bernama Hotel Hilton ini punya negara.

 Baca juga: Sri Mulyani Sebut Era Presiden Soeharto Banyak Kehilangan Aset Negara

"Suatu saat terjadi kerjasama-kerjasama, tiba-tiba swasta sudah punya title, sehingga waktu kami mulai membuat pembukuan, Hotel Hilton itu sudah tidak ada dalam titlenya, kita hilang, dan sekarang jadi Hotel Sultan," kata Sri Mulyani saat menjadi Pembicara di UGM pada tahun 2018 yang diunggah Facebook Juru Bicara Presiden RI, Kamis (29/10/2020).

Saat ini, Hotel Sultan ini masih dikelola swasta. Namun, pemerintah tengah melakukan jor-joran agar aset tersebut bisa kembali tercatat sebagai milik negara. Hal ini agar aset yang diambil swasta bisa kembali dikelola negara.

 Baca juga: Sri Mulyani Sebut Aset Negara Naik Rp4.142,2 Triliun Dalam Setahun

"Hotel Mulia itu kita harus fight banyak sekali untuk bisa titlenya tetap punya pemerintah tapi kerja samanya boleh swasta," katanya.

Dia menambahkan agar saat Indonesia harus melakukan revolusi agar bisa merebut kembali aset negara yang dikelola swasta.

"Dulu hanya karena republik ini enggak punya buku, enggak punya neraca, jadi Anda semuanya this is what i called revolusinya Indonesia , tidak dengan berdarah-darah,," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini